PendidikanPortal Jateng

80 Siswa Berprestasi Banyumas Ikuti MPLS Sekolah Nasional Terintegrasi

Portal Indonesia
×

80 Siswa Berprestasi Banyumas Ikuti MPLS Sekolah Nasional Terintegrasi

Sebarkan artikel ini

 

BANYUMAS – Sebanyak 80 siswa berprestasi yang lolos seleksi Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 2 Banyumas resmi diberangkatkan untuk mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tingkat Provinsi Jawa Tengah di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBMP) Jawa Tengah, Selasa (11/8/2026).

Pelepasan para siswa dilakukan langsung oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono di Halaman Pendopo Si Panji Purwokerto. Keberangkatan tersebut turut disaksikan orang tua dan wali siswa.

Puluhan siswa itu diberangkatkan menggunakan dua bus menuju Semarang. Mereka akan mengikuti MPLS selama satu pekan sebelum nantinya melanjutkan kegiatan belajar mengajar di sekolah transit yang telah disiapkan Pemerintah Kabupaten Banyumas.

Sekretaris Dinas Pendidikan Banyumas Wahyu Adhi Fibrianto mengatakan, para siswa yang mengikuti program tersebut telah melewati proses seleksi, termasuk Tes Bakat Skolastik (TBS).

“Kalau yang SMP ada 74 siswa dan SMA 68 siswa yang mengikuti seleksi. Kemudian terpilih masing-masing 40 siswa untuk jenjang SMP dan SMA,” kata Wahyu.

Ia menjelaskan, seleksi tersebut menjadi tahapan penting untuk menjaring siswa yang dinilai memiliki potensi dan prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Di hadapan para siswa, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan agar kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk mengembangkan diri.

Menurut Sadewo, MPLS bukan sekadar kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, tetapi menjadi pintu masuk bagi siswa untuk membangun karakter, kemandirian, kedisiplinan, serta kesiapan menghadapi lingkungan belajar yang baru.

“Anak-anakku, MPLS ini bukan cuma soal perkenalan dengan sekolah. Lebih dari itu, ini adalah proses untuk belajar menjadi pribadi yang lebih mandiri, lebih disiplin, dan lebih siap mengikuti kegiatan belajar ke depannya,” ujar Sadewo.

Ia juga meminta para siswa tidak takut mempelajari hal-hal baru dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas pertemanan.

Baca Juga:
Bupati Sadewo Pimpin Upacara Hardiknas di Banyumas, Tegaskan Komitmen Pendidikan Inklusif dan Berkualitas

“Belajar menghargai perbedaan dan bangun persahabatan yang baik. Karena nanti bukan hanya nilai pelajaran yang akan menemani kalian, tetapi juga pengalaman dan pertemanan yang dibangun selama sekolah,” katanya.

Pemkab Siapkan Lahan 17 Hektare

Sadewo mengatakan, Pemerintah Kabupaten Banyumas telah menyiapkan lahan sekitar 17 hektare di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, untuk pembangunan gedung SNT 2 Banyumas.

Lahan tersebut telah diserahkan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Sementara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah turut menyiapkan lahan sekitar tiga hektare di lokasi yang sama.
Menurut Sadewo, pembangunan fisik gedung SNT merupakan kewenangan pemerintah pusat. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pembangunan gedung SNT 2 Banyumas direncanakan mulai Oktober 2026.

“Kita berharap pembangunan bisa berjalan sesuai rencana sehingga anak-anak nantinya dapat menempati sekolah yang representatif,” ujarnya.

Untuk sementara, setelah menyelesaikan MPLS selama sepekan di Semarang, para siswa SNT 2 Banyumas akan mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah transit yang disiapkan Pemkab Banyumas.

Sadewo optimistis SNT 2 Banyumas ke depan dapat menjadi sekolah dengan mutu pendidikan yang baik dan fasilitas yang memadai.

Ia menyebut konsep bangunan SNT nantinya kurang lebih akan menyerupai Sekolah Rakyat, tetapi dengan sistem yang berbeda.

“Namun tidak boarding school,” kata Sadewo.

Program SNT sendiri ditujukan bagi siswa dari berbagai kalangan dengan proses seleksi yang mempertimbangkan prestasi akademik dan nonakademik. Kehadiran SNT diharapkan dapat menjadi salah satu wadah pengembangan potensi siswa berprestasi sekaligus memperluas akses terhadap pendidikan bermutu. (trs)