Portal Jateng

OSMB-KU UT Purwokerto Bekali 1.200 Mahasiswa Baru agar Adaptif dan Berdaya Saing

Portal Indonesia
×

OSMB-KU UT Purwokerto Bekali 1.200 Mahasiswa Baru agar Adaptif dan Berdaya Saing

Sebarkan artikel ini
Direktur UT Purwokerto Dr. Prasetyarti Utami, S.Si, MS.i, Wabup Purballinga Dimas P, foto bersama 1.200 mahasiswa baru UT Purwokerto (Portal Indonesia/Tris'n)

PURWOKERTO – Sebanyak 1.200 mahasiswa baru Universitas Terbuka (UT) Purwokerto mengikuti Orientasi Studi Mahasiswa Baru-Klinik Ujian (OSMB-KU) Semester 2026/2027 Ganjil di Hotel Aston Purwokerto, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat sistem pendidikan Universitas Terbuka sekaligus mempersiapkan diri mengikuti proses pembelajaran jarak jauh yang menuntut kemandirian dan kemampuan beradaptasi.

Direktur UT Purwokerto, Dr. Prasetyarti Utami, S.Si., M.Si., mengatakan UT kini memiliki sekitar 855 ribu mahasiswa yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kehadiran UT menjadi salah satu alternatif pendidikan tinggi bagi masyarakat yang menghadapi kendala geografis, waktu maupun biaya.

“UT didirikan pada 1984 dan saat ini telah menjadi perguruan tinggi negeri berbadan hukum. Proses untuk mencapai status tersebut tidak mudah karena harus melalui standar dan penilaian yang ketat,” ujarnya.

Menurut Prasetyarti, UT memiliki kedudukan yang setara dengan perguruan tinggi negeri lainnya. Perbedaan utamanya terletak pada konsep pembelajaran yang mengedepankan sistem jarak jauh dan kemandirian mahasiswa.

Mahasiswa UT mendapatkan bahan ajar yang disiapkan untuk mendukung proses belajar secara mandiri. Dengan konsep study from anywhere, mahasiswa dapat menjalani pendidikan tanpa harus selalu hadir secara fisik di ruang kelas.

“UT hadir untuk memberikan kesempatan pendidikan tinggi yang lebih luas dan menyetarakan keberagaman masyarakat,” katanya.

Saat ini, kata dia, mahasiswa UT juga semakin didominasi generasi muda. Sekitar 70 persen mahasiswa berada pada kelompok usia Gen Z, terutama rentang usia 19 hingga 25 tahun.

Karena itu, mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan sistem akademik, tetapi juga dibekali pemahaman mengenai strategi belajar dan pelatihan pembelajaran jarak jauh agar mampu mengikuti perkuliahan secara optimal.

Baca Juga:
MPLS 2026/2027 Dimulai, Sekda Banyumas Dorong Pendidikan Humanis dan Bebas Perundungan
Direktur UT Purwokerto, Dr. Prasetyarti Utami, S.Si, M.S.i, menyematkan jas almamater kepada mahasiswa (Portal Indonesia/Tris’n)

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Purbalingga, Diimas Prasetyahani, S.E., M.M., turut memberikan materi bertema “Membangun Generasi Adaptif dan Berdaya Saing dari Bangku Kuliah Menuju Kontribusi Nyata bagi Masyarakat.”

Diimas menekankan bahwa kuliah tidak semata-mata tentang memperoleh ijazah. Perguruan tinggi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun kapasitas diri, memperluas wawasan, serta mengembangkan jejaring atau networking.

“Kenapa harus kuliah? Karena ketika kuliah kita tidak hanya belajar, tetapi juga membangun jaringan dan mempersiapkan diri untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat,” ujar Diimas.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar melihat pendidikan sebagai investasi jangka panjang. Menurutnya, ijazah sarjana memiliki fungsi penting, khususnya sebagai salah satu persyaratan administratif dalam pengembangan karier.

Ijazah S1, antara lain, dapat menjadi persyaratan untuk melamar pekerjaan pada instansi pemerintah maupun perusahaan swasta yang menetapkan kualifikasi minimal sarjana. Selain itu, jenjang pendidikan juga dapat menjadi dasar dalam penentuan golongan awal maupun penyesuaian pangkat pada sejumlah instansi.

“Pendidikan jangan hanya dikejar untuk mendapatkan ijazah. Yang lebih penting adalah bagaimana ilmu dan pengalaman selama kuliah bisa menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas diri dan memberi manfaat bagi lingkungan,” katanya.

Dimas berharap mahasiswa baru UT Purwokerto mampu memanfaatkan fleksibilitas sistem pembelajaran jarak jauh dengan penuh tanggung jawab.

Menurutnya, era digital membutuhkan generasi yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga adaptif terhadap perubahan, mampu berkolaborasi, serta memiliki daya saing.

OSMB-KU pun diharapkan menjadi langkah awal bagi 1.200 mahasiswa baru UT Purwokerto untuk memahami pola belajar, membangun motivasi, dan mempersiapkan perjalanan akademik hingga mampu berkontribusi di tengah masyarakat. (trs)