BANYUMAS – Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan perayaan, tetapi juga dengan menghadirkan kepedulian bagi masyarakat yang membutuhkan. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banyumas menyalurkan bantuan senilai Rp879,92 juta kepada 97 penerima manfaat melalui program pentasharufan bantuan kemerdekaan.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-Alun Purwokerto, Senin (17/8/2026).
Ketua Baznas Kabupaten Banyumas, Khasanatul Mufidah, mengatakan bantuan tersebut menyasar masyarakat yang membutuhkan, termasuk mereka yang tengah mengembangkan usaha, menempuh pendidikan tinggi, maupun para santri yang ingin membangun kemandirian ekonomi.
“Bantuan ini kita arahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan, tetapi juga mendorong para penerima manfaat agar semakin mandiri,” kata Khasanatul.
Dalam momentum tersebut, Baznas Banyumas menyalurkan bantuan melalui tiga program utama.
Pertama, Bantuan Beasiswa Pendidikan Tinggi Dalam Negeri bagi 46 penerima manfaat dengan total bantuan Rp534,82 juta. Salah satu penerima bantuan adalah Atha Fauziah, warga Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, yang merupakan mahasiswa UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto.
Program tersebut merupakan bagian dari Beasiswa Satria, yang diperuntukkan bagi mahasiswa asal Banyumas yang telah memasuki semester enam hingga menyelesaikan pendidikan.
“Beasiswa Satria ini adalah program tasaruf untuk bidang pendidikan yang kita khususkan bagi para mahasiswa mulai dari semester enam sampai selesai,” ujarnya.
Kedua, Bantuan Pengembangan Usaha diberikan kepada 22 penerima manfaat dengan total Rp88 juta. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha produktif dan memperkuat kemandirian ekonomi.

Salah satu penerimanya adalah Ciptho Efendi, warga Desa Pasir Kidul, Kecamatan Purwokerto Barat.
Ketiga, Baznas Banyumas menyalurkan Bantuan Program Santripreneur kepada 28 penerima manfaat dengan total Rp257,1 juta.
Program tersebut menyasar para santri yang telah menyelesaikan pendidikan di pesantren dan kembali ke tengah masyarakat. Mereka mendapatkan dukungan untuk mengembangkan usaha sesuai kemampuan, pengalaman, serta ilmu yang diperoleh selama berada di pesantren.
Salah satu penerima program Santripreneur adalah Ahmad Mufidin, warga Desa Kutasari, Kecamatan Baturraden.
Khasanatul menjelaskan, penerima bantuan pendidikan berasal dari sejumlah perguruan tinggi di Banyumas dan sekitarnya. Salah satu persyaratan utama penerima adalah memiliki KTP
Kabupaten Banyumas.
Menurut dia, penyaluran zakat melalui program kemerdekaan tersebut merupakan bagian dari upaya Baznas untuk memastikan dana zakat dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi para mustahik.
Dengan dukungan di bidang pendidikan, pengembangan usaha, dan kewirausahaan santri, Baznas Banyumas berharap para penerima manfaat tidak berhenti pada menerima bantuan, tetapi mampu tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri dan produktif.
“Harapannya, bantuan ini bisa menjadi jalan bagi penerima manfaat untuk meningkatkan kualitas hidup dan pada akhirnya mampu keluar dari kondisi mustahik,” ujarnya.
Momentum kemerdekaan pun menjadi semakin bermakna ketika zakat yang ditunaikan masyarakat kembali hadir dalam bentuk dukungan nyata bagi pendidikan, usaha, dan masa depan warga Banyumas. (trs)











