YOGYAKARTA — Kader muda PDI Perjuangan M. Syaiful Mujab membeberkan pembenahan pelembagaan dan tata kelola partai dalam 9th CALD Party Management Workshop di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Sabtu (5/9/2026).
Dalam sesi PDI Perjuangan Sharing Experiences, Mujab menegaskan pentingnya partai politik membangun organisasi yang terstruktur, transparan, dan berbasis meritokrasi.
“Demokrasi yang sehat membutuhkan pelembagaan partai yang kuat dan teruji,” ujar Mujab di hadapan delegasi pimpinan partai politik se-Asia.
Ia menjelaskan, PDI Perjuangan menerapkan kaderisasi berjenjang melalui Sekolah Partai, penanaman ideologi Trisakti, serta nilai-nilai Marhaenisme. Partai juga menerapkan standardisasi manajemen berbasis ISO dan asesmen psikometri untuk seleksi calon pimpinan serta kepala daerah.
Mujab turut memaparkan pemanfaatan dasbor digital Media Pintar Perjuangan (MPP) untuk transparansi, edukasi, dan pemantauan kinerja kader.
Ia juga menyoroti komitmen zero mahar dalam pencalonan politik. Menurutnya, kebijakan tersebut penting agar generasi muda memiliki kesempatan yang setara untuk tampil dalam kontestasi politik.
Workshop yang digelar CALD bersama PDI Perjuangan dan Friedrich Naumann Foundation (FNF) Asia itu juga membahas dinasti politik, patronase, dan pelembagaan partai. Kegiatan ditutup dengan pembacaan dokumen konsensus The Yogyakarta Commitment sebagai komitmen memperkuat tata kelola partai dan kebebasan sipil (bams)











