Portal Jateng

Asesmen Mutu Internal Manajemen Pendidikan Jarak Jauh, UT Purwokerto Raih Kategori Sangat Baik

Portal Indonesia
×

Asesmen Mutu Internal Manajemen Pendidikan Jarak Jauh, UT Purwokerto Raih Kategori Sangat Baik

Sebarkan artikel ini
UT Purwokerto melaksanakan kegiatan Asesmen Mutu Internal (AMI) Manajemen Pendidikan Jarak Jauh (MPJJ) pada 29–30 September 2026. (Dok UT Purwokerto)

PURWOKERTO – Universitas Terbuka (UT) Purwokerto melaksanakan kegiatan Asesmen Mutu Internal (AMI) Manajemen Pendidikan Jarak Jauh (MPJJ) pada 29–30 September 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari komitmen UT Purwokerto dalam menjaga dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan jarak jauh secara berkelanjutan.

AMI MPJJ merupakan bagian dari sistem penjaminan mutu yang diarahkan untuk memastikan penyelenggaraan layanan pendidikan jarak jauh berjalan sesuai dengan standar, indikator, dokumen pendukung, serta ketentuan yang telah ditetapkan universitas.

Dalam materi AMI MPJJ, ruang lingkup asesmen mencakup indikator AMI, dokumen pendukung atau rekaman, peran asesi dan asesor, tahapan asesmen, serta instrumen yang digunakan dalam proses audit.

Kegiatan asesmen menghadirkan tim asesor dari Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka. Tim tersebut antara lain Dr. Rini Dwiyani Hadiwidjaja, S.E., M.Si., yang dalam struktur KPM UT memiliki peran pada bidang penjaminan mutu dan reputasi internasional/penjaminan mutu akademik, serta Drs. Yos Sudarso, M.Pd. yang berperan sebagai Lead Asesor dalam kegiatan AMI MPJJ. Dalam materi kegiatan, Yos Sudarso tercantum sebagai Lead Asesor, dengan Rini Dwiyani dan Suci Nurhayati sebagai asesor.

Penguatan Mutu di Tengah Akselerasi Pertumbuhan Mahasiswa

Dalam kegiatan tersebut, Direktur UT Purwokerto Dr. Prasetyarti Utami, S.Si., M.Si. memaparkan kondisi, capaian, tantangan, dan arah strategis pengembangan UT Purwokerto. Paparan tersebut mengangkat tema “Akselerasi Pertumbuhan Mahasiswa: Pemetaan Data Mahasiswa, Kesiapan SDM, dan Langkah Strategis.”

Dr. Prasetyarti menjelaskan bahwa pertumbuhan mahasiswa harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan. Karena itu, UT Purwokerto terus melakukan berbagai upaya perbaikan, mulai dari peningkatan kualitas akademik dan tutor, optimalisasi penyelenggaraan pembelajaran dan ujian, penguatan sumber daya manusia, pengembangan suasana akademik, hingga peningkatan kolaborasi antartim.

Baca Juga:
Jejak Sang Perintis BNI di Dawuhan, UT Purwokerto Hidupkan Kembali Semangat Perjuangan Margono Djojohadikusumo

“Pertumbuhan jumlah mahasiswa harus diikuti dengan penguatan kualitas layanan, kesiapan sumber daya manusia, dan tata kelola yang semakin baik. Evaluasi secara berkala menjadi penting agar setiap program dapat berjalan terarah dan memberikan dampak yang nyata,” demikian substansi arah strategis yang disampaikan dalam paparan Direktur.

Dalam paparannya juga ditekankan pentingnya perencanaan, target, evaluasi, dan tindak lanjut dalam mencapai sasaran mutu. UT Purwokerto menetapkan target pengembangan mahasiswa sekaligus memperkuat kualitas akademik, layanan, networking, serta reputasi akademik. Salah satu target yang tercantum dalam paparan adalah pencapaian jumlah mahasiswa lebih dari 35.000 mahasiswa.

Penguatan layanan juga dilakukan melalui optimalisasi SALUT, pengembangan jejaring dengan pemerintah daerah dan berbagai mitra, perluasan akses pendidikan, peningkatan interaksi dengan mahasiswa, serta pengembangan berbagai kegiatan akademik dan pendukung mahasiswa.

AMI sebagai Instrumen Evaluasi dan Perbaikan Berkelanjutan

Pelaksanaan AMI tidak semata-mata dipandang sebagai proses pemeriksaan administratif, tetapi sebagai instrumen evaluasi untuk mengidentifikasi kekuatan, ruang perbaikan, serta peluang pengembangan penyelenggaraan pendidikan jarak jauh.

Dalam materi AMI MPJJ, asesmen diarahkan pada indikator yang berbasis sistem penjaminan mutu dan didukung oleh berbagai dokumen atau rekaman sebagai bukti pelaksanaan kegiatan.

Melalui proses tersebut, unit dapat melihat kesesuaian antara perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut program. Hasil asesmen selanjutnya menjadi bagian dari proses peningkatan mutu secara berkelanjutan.

Hal tersebut sejalan dengan arah pengembangan UT Purwokerto yang menempatkan kualitas layanan, pemanfaatan teknologi, sumber daya, jejaring, reputasi akademik, dan kepuasan mahasiswa sebagai bagian penting dalam pencapaian target kinerja utama.

UT sebagai PTN-BH menuju World Class University

Pelaksanaan AMI juga memiliki arti strategis dalam konteks transformasi Universitas Terbuka sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) serta agenda menuju World Class University (WCU).

Baca Juga:
​Menggali Jejak Sejarah di Banyumas, UT Purwokerto dan UIN Jakarta Sambangi Kediaman Ahmad Tohari

Dalam paparan Direktur UT Purwokerto, arah pengembangan unit dikaitkan dengan visi dan misi UT, rencana bisnis strategis, indikator kinerja universitas, peningkatan akses pendidikan tinggi, daya saing global, serta tata kelola UT sebagai PTN-BH.

Dengan demikian, pencapaian indikator mutu tidak hanya menjadi kebutuhan internal organisasi, tetapi juga bagian dari tuntutan pencapaian indikator kinerja dan program strategis universitas. Kinerja setiap bidang perlu diarahkan pada pencapaian sasaran yang terukur, terdokumentasi, dan dapat dievaluasi secara berkelanjutan.

Dosen: AMI Mendorong Budaya Mutu

Sementara itu, Indah Setia Utami, S.E., M.Si., dosen Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UT Purwokerto yang juga terlibat sebagai salah satu anggota Gugus Pengendali Mutu, menilai AMI menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya mutu di tingkat unit kerja.

Menurutnya, proses asesmen memberikan kesempatan bagi setiap pengelola kegiatan untuk melihat kembali apakah program yang telah dilaksanakan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga memiliki bukti, indikator capaian, evaluasi, serta tindak lanjut yang jelas.

“AMI bukan sekadar proses untuk melihat apakah dokumen sudah tersedia, tetapi menjadi momentum untuk memastikan bahwa proses yang kita lakukan benar-benar mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan jarak jauh. Bagi kami di tingkat program studi dan gugus pengendali mutu, hasil asesmen dapat menjadi bahan refleksi untuk memperbaiki proses secara berkelanjutan.”

Ia menambahkan bahwa tuntutan mutu akan semakin besar seiring dengan perkembangan UT sebagai PTN-BH dan arah UT menuju WCU. Oleh karena itu, budaya mutu perlu dibangun sebagai bagian dari keseharian organisasi, bukan hanya ketika menghadapi proses asesmen.

“Ketika budaya mutu sudah menjadi bagian dari cara kerja, asesmen tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang harus dipersiapkan menjelang audit, tetapi menjadi bagian dari proses kerja sehari-hari,” tambahnya.

Baca Juga:
Semarak Dies Natalis ke-42 UT Purwokerto, Olahraga dan Permainan Warnai Kebersamaan Bersama Warga

Hasil Akhir Kategori Sangat Baik

Rangkaian Asesmen Mutu Internal Manajemen Pendidikan Jarak Jauh UT Purwokerto yang berlangsung selama dua hari tersebut menghasilkan kategori akhir “Sangat Baik”.

Capaian tersebut menjadi apresiasi sekaligus pengingat bahwa pemenuhan standar mutu harus terus dipertahankan dan dikembangkan. Hasil AMI menjadi salah satu bahan penting bagi UT Purwokerto untuk melakukan evaluasi, menetapkan tindak lanjut, dan memastikan keberlanjutan program peningkatan mutu.

Ke depan, UT Purwokerto akan terus memperkuat kualitas penyelenggaraan pendidikan jarak jauh melalui peningkatan kompetensi SDM, kualitas layanan akademik, pemanfaatan teknologi, penguatan jejaring dan kolaborasi, serta evaluasi kinerja yang terukur.

Dengan semangat perbaikan berkelanjutan, AMI MPJJ diharapkan tidak berhenti pada capaian kategori Sangat Baik, tetapi menjadi fondasi untuk menghasilkan kinerja yang semakin unggul, layanan yang semakin responsif, serta kontribusi yang semakin kuat bagi pencapaian visi Universitas Terbuka sebagai perguruan tinggi yang berkualitas dunia. (*)