MAMUJU – MF Taekwondo Sulawesi Barat (Sulbar) menorehkan prestasi dalam ajang Sulsel Taekwondo Championship UNHAS Open 2026 di Makassar. Kontingen yang berlatih di pelataran Kantor Gubernur Sulbar tersebut berhasil membawa pulang 13 medali, terdiri atas delapan emas dan lima perak.
Kejuaraan yang digelar di GOR Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, pada 24–25 Oktober 2026 itu menjadi ajang pembuktian kemampuan atlet muda binaan MF Taekwondo. Sebanyak 13 atlet diturunkan untuk bertanding pada nomor kyorugi (tarung) dan poomsae (jurus), dengan kategori usia pra-cadet, cadet, dan junior.
Pelatih MF Taekwondo, SabeumNim Fajrin, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian para atletnya. Ia menilai raihan medali tersebut merupakan hasil latihan yang konsisten serta dukungan berbagai pihak, terutama orang tua atlet.
“Alhamdulillah, kami bisa kembali meraih delapan medali emas dan lima perak melalui nomor kyorugi dan poomsae. Ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi anak-anak untuk terus meningkatkan kemampuan,” ujar Fajrin, Senin (26/10/2026).
Menurutnya, keikutsertaan dalam kejuaraan tersebut tidak semata-mata mengejar medali. Kompetisi ini juga dimanfaatkan sebagai ajang uji tanding untuk mengevaluasi kemampuan atlet sekaligus mengukur kesiapan mereka menghadapi kejuaraan yang lebih besar pada 2027.
“Kami menjadikan kejuaraan ini sebagai ajang tryout untuk mempersiapkan atlet menghadapi kejuaraan bergengsi pada 2027. Ada rencana untuk mengikuti kompetisi di luar negeri, sehingga persiapan harus dilakukan sejak sekarang,” jelasnya.
Fajrin berharap hasil positif di Makassar menjadi pemacu semangat bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan menjaga konsistensi latihan. Ia juga menekankan pentingnya pembinaan sejak usia dini sebagai fondasi regenerasi atlet taekwondo di Sulawesi Barat.
Menurutnya, prestasi yang diraih saat ini perlu diikuti dengan proses pembinaan berkelanjutan agar atlet muda Sulbar mampu bersaing di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.
“Kami berharap atlet-atlet usia dini ini bisa terus bersaing di mana pun mereka bertanding. Yang terpenting adalah proses pembinaan dan regenerasi berjalan, sehingga ke depan semakin banyak atlet Sulbar yang mampu mengharumkan nama daerah hingga tingkat internasional,” katanya.
Selain mengapresiasi perjuangan para atlet, Fajrin menyampaikan terima kasih kepada para orang tua yang telah memberikan dukungan kepada anak-anak mereka untuk mengembangkan bakat melalui olahraga taekwondo.
Ia menilai peran keluarga sangat penting dalam menjaga motivasi atlet muda, terutama ketika mereka masih berada dalam tahap pembinaan dan membutuhkan pendampingan secara berkelanjutan.
“Terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah mendukung anak-anaknya untuk mengasah kemampuan dan mengembangkan bakat melalui kejuaraan ini. Kami berharap dukungan tersebut tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus berlanjut agar anak-anak bisa berkembang dan meraih prestasi yang lebih tinggi. Kalau bukan kita yang mendukung mereka, siapa lagi?” pungkasnya.
Daftar Peraih Medali MF Taekwondo Sulbar
Medali emas (8 atlet):
- Adzkia Azzalva Jafar – Poomsae Pra-Cadet C Putri.
- Rosa Ramadani – Kyorugi Under 42 kg Junior Putri.
- Aqila Azzahra – Kyorugi Under 41 kg Cadet Putri.
- Nur Ainia Faida Isma – Kyorugi Under 33 kg Junior Putri.
- Muhammad Fauzan Zafran Hakim – Kyorugi Under 22 kg Pra-Cadet Putra.
- Muhammad Abyan – Kyorugi Under 49 kg Cadet Putra.
- Muhammad Arsya Paranadipa – Kyorugi Under 20 kg Pra-Cadet Putra.
- Ashabul Kahfi – Kyorugi Under 26 kg Pra-Cadet Putra.
Medali perak (5 atlet):
- Ahmad Gibran Artanabil – Kyorugi Under 33 kg Cadet Putra.
- Muhammad Hanin Al-Faruq – Kyorugi Under 26 kg Pra-Cadet Putra.
- Putra Aditiya – Kyorugi Under 28 kg Pra-Cadet Putra.
- Muh. Arsyandi – Kyorugi Under 33 kg Pra-Cadet Putra.
- Andi Rizkia Maulidya – Kyorugi Under 42 kg Pra-Cadet Putri.
Raihan 13 medali di Makassar menjadi modal berharga bagi MF Taekwondo Sulbar untuk melanjutkan pembinaan atlet muda. Dengan persiapan yang lebih matang dan dukungan berkelanjutan dari keluarga serta pelatih, para atlet diharapkan mampu meningkatkan prestasi dan bersaing pada kejuaraan berikutnya, termasuk kompetisi yang direncanakan berlangsung pada 2027.











