Portal DIY

Mahasiswa Unisa yang Kembangkan Pemuda Lewat Pengelolaan Sampah

Portal Indonesia
×

Mahasiswa Unisa yang Kembangkan Pemuda Lewat Pengelolaan Sampah

Sebarkan artikel ini

 

SLEMAN – Bermula dari enam anak muda yang ingin membangun kegiatan bersama, Angga Yudha, mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, merintis Mitra Semesta, kelompok yang mengembangkan pengelolaan sampah sekaligus menjadi wadah pengembangan potensi pemuda di Dusun Barongan, Banyurejo, Tempel, Sleman.

Melalui kelompok tersebut, Angga mengajak pemuda mengolah sampah menjadi sumber pemasukan organisasi. Kegiatan itu kemudian berkembang ke bidang olahraga dan pendidikan, termasuk penyelenggaraan turnamen sepak bola usia muda serta lomba menggambar dan mewarnai bagi anak-anak.

“Awalnya memang cuma enam orang. Kita benar-benar berinisiatif membuat kelompok atau organisasi sendiri. Mulanya di tingkat RT,” ujar Angga, Kamis (29/10/2026).

Mitra Semesta mulai menjalankan kegiatan pengelolaan sampah pada 2022. Setelah setahun melakukan uji coba, mereka mulai menata kepengurusan dan administrasi organisasi pada 2023.

Respons masyarakat yang positif mendorong para anggota untuk melanjutkan kegiatan tersebut.

Pengelolaan sampah dilakukan di sela kesibukan anggota yang terdiri atas pelajar, mahasiswa, dan pekerja. Mereka biasanya mengambil sampah pada sore hari, kemudian memilahnya pada malam hari setelah waktu Isya.

Dengan belajar secara mandiri, para anggota mengumpulkan dan memilah sampah yang masih memiliki nilai jual. Dari penjualan tersebut, Mitra Semesta memperoleh pemasukan sekitar Rp300 ribu per bulan untuk kas organisasi.

“Walaupun berbentuk sampah, ternyata sampah ini bisa menghasilkan uang. Salah satunya bisa menjadi pemasukan rutin untuk kas organisasi,” kata Angga.

Bagi Angga, pengelolaan sampah bukan sekadar menghasilkan uang, melainkan juga menjadi sarana membangun kepedulian lingkungan dan mengembangkan kemampuan anggota. Karena itu, Mitra Semesta berupaya memperluas kegiatan sesuai potensi yang dimiliki para pemuda.

Di bidang olahraga, mereka telah menggelar turnamen sepak bola usia muda sebanyak dua kali. Turnamen pertama diikuti sekitar 64 tim, sedangkan penyelenggaraan kedua diikuti sekitar 50 tim.

Baca Juga:
Konser "Research on Rock" Hadirkan Riset Musik Rock Indonesia ke Panggung Pertunjukan

Penyelenggaraan turnamen tersebut menjadi kesempatan bagi anggota untuk belajar mengelola kegiatan, mulai dari administrasi, perizinan, hingga berkoordinasi dengan berbagai pihak. Kompetisi itu juga melibatkan mekanisme resmi melalui Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI.

“Misalnya ada anggota yang mampu di bidang olahraga, kita kembangkan. Selain itu, kita juga ingin mengembangkan bibit-bibit unggul sepak bola di Indonesia,” ujarnya.

Mitra Semesta juga mengembangkan kegiatan pendidikan. Pada 2024, kelompok tersebut menyelenggarakan lomba menggambar dan mewarnai bagi anak-anak usia dini hingga sekolah dasar.

Kegiatan ini memanfaatkan potensi anggota yang memiliki minat dan kemampuan di bidang pendidikan.

Angga mengakui, pengembangan organisasi masih menghadapi kendala, terutama keterbatasan waktu dan kesibukan anggota. Saat menyelesaikan skripsi pada 2025, misalnya, ia harus membagi waktu antara urusan akademik dan persiapan kegiatan organisasi yang membutuhkan waktu berbulan-bulan.

Pengalamannya menjadi pendamping pengelolaan sampah di tingkat kelurahan melalui Dinas Lingkungan Hidup juga membuka peluang untuk memperluas jejaring dengan kelompok pengelola sampah lainnya.

Ia melihat potensi kolaborasi untuk mengembangkan kegiatan yang tidak terbatas pada pengelolaan sampah.

Pada 2027, Mitra Semesta merencanakan dua kegiatan di bidang olahraga. Salah satunya adalah program Athletic Kids untuk anak-anak yang akan didukung anggota dengan pengalaman sebagai pelatih di Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI).

Angga berharap Mitra Semesta dapat terus berkembang sebagai ruang bagi pemuda untuk berorganisasi, mengasah keterampilan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Meski bermula dari pengelolaan sampah, ia ingin organisasi tersebut menjadi wadah pengembangan kegiatan sosial, pendidikan, dan olahraga (bams)