YOGYAKARTA — Riset musik rock Indonesia untuk pertama kalinya diangkat ke dalam format konser live melalui pertunjukan bertajuk “Research on Rock” yang akan digelar di Concert Hall Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta pada Sabtu (6/6/2026) malam.
Konser tersebut tidak hanya menampilkan pertunjukan musik, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara peneliti dan Program Studi Penyajian Musik dalam menyajikan data serta kajian musikologi rock kepada publik melalui pengalaman pertunjukan langsung.
Penggagas “Research on Rock”, Djohan mengatakan, konser ini lahir dari gagasan bahwa banyak musik rock era 1970 hingga 2000-an yang belum dijadikan objek penelitian sebagai bagian dari pengembangan pengetahuan dan intellectual exercises.
Selama tiga bulan, tim kurator akan mengumpulkan data melalui kuesioner, focus group discussion (FGD), serta wawancara dengan musisi dan komunitas musik rock di Indonesia.
“Yang coba kami lakukan adalah menjembatani ruang akademik dan ruang gigs.
Audiens tidak hanya mendengarkan musik, tapi juga sekaligus sebagai partisipan untuk paham konteks cara lagu itu direinterpretasi, re-instrumentasi dan respons emosi yang dirasakan,” ujar Djohan.
Dalam konser tersebut, sejumlah lagu legendaris dari band Deep Purple akan direkonstruksi dan dibawakan ulang oleh musisi muda Yogyakarta dengan pendekatan reinterpretasi musikal.
Acara ini mendapat dukungan dari Pascasarjana ISI Yogyakarta dan terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Informasi mengenai tiket gratis dan pelaksanaan acara dapat diakses melalui akun Instagram “Research on Rock” (bams)











