Portal Jateng

Direktur UT Purwokerto Hadiri Aksi Konservasi DAS Banjaran, 1.035 Pohon Ditanam untuk Jaga Sumber Air dan Energi Bersih

Portal Indonesia
×

Direktur UT Purwokerto Hadiri Aksi Konservasi DAS Banjaran, 1.035 Pohon Ditanam untuk Jaga Sumber Air dan Energi Bersih

Sebarkan artikel ini
Direktur UT Purwokerto, Dr. Prasetyarti Utami, S.Si.M.Si (dua dari kanan) saat menghadiri konservasi DAS Banjaran (Humas UT Purwokerto)

BANYUMAS – Direktur Universitas Terbuka (UT) Purwokerto, Dr. Prasetyarti Utami, S.Si., M.Si., menghadiri kegiatan konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Banjaran yang digelar di kawasan Wisata Alam Curug Muntu–Tirta Sena, Dusun III Kalipagu, Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan bertema “Bersama Menjaga Alam untuk Energi Berkelanjutan” ini diselenggarakan oleh PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Mrica bersama Perum Jasa Tirta I dan Koperasi Jasa Multi Pihak (KJMP) Mitra Jenggala Sejahtera. Selain UT Purwokerto, hadir pula unsur pemerintah, mitra, dan masyarakat setempat.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 1.035 bibit pohon ditanam di kawasan DAS Banjaran. Bibit yang disiapkan terdiri atas tanaman produktif seperti durian, alpukat, aren, dan kopi, serta pohon pelindung seperti trembesi.

Penanaman tanaman buah diharapkan memberi manfaat ekonomi bagi warga dalam jangka panjang, sementara pohon berkayu keras berperan menahan air dan mengurangi risiko erosi.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penebaran benih ikan dan pelepasliaran burung ke habitat aslinya. Dua kegiatan ini membantu menjaga keanekaragaman hayati di sepanjang aliran sungai.
Sungai Banjaran, Sumber Air bagi PLTA Ketenger

Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Mrica, Wasis Jati Waskitho, menjelaskan bahwa kelestarian Sungai Banjaran sangat penting bagi operasional PLTA Ketenger. Sungai tersebut merupakan sumber air utama pembangkit. Jika aliran sungai terganggu, pembangkit tidak dapat beroperasi.

Menurut Wasis, kondisi sungai saat ini masih terjaga. Debit air tetap tersedia sepanjang tahun, termasuk saat musim kemarau, sehingga pembangkit dapat beroperasi terus. Listrik yang dihasilkan dialirkan melalui Gardu Induk Kalibakal untuk memperkuat sistem kelistrikan 150 kilovolt (kV).

Sementara itu, Kepala Divisi Jasa Air dan Sumber Air Wilayah Sungai Serayu Bogowonto Perum Jasa Tirta I, Didit Priambodo, menyampaikan bahwa pemeliharaan DAS Banjaran, yang merupakan bagian dari sub-DAS Serayu, menjadi agenda rutin. Kolaborasi bersama BUMN, masyarakat, dan pengelola kawasan dinilai penting agar upaya pelestarian dapat berjalan konsisten.

Baca Juga:
Santriwati Asal Cilacap Meninggal di Curug Kanesia Baturraden

Dukungan UT Purwokerto

Direktur UT Purwokerto, Dr. Prasetyarti Utami, S.Si., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada PLN Indonesia Power, Perum Jasa Tirta I, dan seluruh pihak yang menggelar kegiatan ini.

Menurut Beliau, menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi perlu kerja sama pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat.

“Sungai yang lestari memberi manfaat yang luas, mulai dari air untuk warga, sumber energi, sampai kehidupan ekonomi masyarakat. Sebagai perguruan tinggi, UT Purwokerto ingin hadir dan ikut mendukung kegiatan seperti ini, karena pendidikan juga berarti menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan tempat kita hidup,” ujarnya

Direktur menambahkan, UT Purwokerto akan terus membuka diri untuk bekerja sama dengan berbagai pihak dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, khususnya di wilayah Banyumas dan sekitarnya.

Manfaat bagi Warga

Di sela aksi konservasi, PLN Indonesia Power juga menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Bantuan tersebut berupa dukungan pendidikan bagi siswa SD Kalipagu, bantuan kepada warga, dan dukungan pengembangan UMKM di Desa Melung dan Desa Ketenger.

Koordinator Lapangan Wisata Alam Curug Muntu–Tirta Sena, Yanto, menyampaikan bahwa warga bersama kelompok pengelola wisata selama ini menjaga hutan dan mengembangkan ekowisata secara swadaya.

Ia menilai hutan yang terjaga akan menjaga ketersediaan air dan ikut menopang penghasilan masyarakat setempat.

Melalui aksi ini, para pihak berharap DAS Banjaran tetap lestari. Hutan yang terjaga, air yang mengalir, energi yang berkelanjutan, dan ekonomi warga yang tumbuh adalah satu kesatuan yang saling bergantung. (trs)