YOGYAKARTA – Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) “APMD” Yogyakarta bersama komunitas Sastra Bulan Purnama (SBP) bakal meluncurkan buku antologi puisi berjudul Air Mata Kata. Buku yang memuat karya 13 penyair Yogyakarta ini akan dirilis pada Sabtu (20/6/2026) sore di Aula STPMD APMD Jalan Timoho, Yogyakarta.
Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antara STPMD APMD—perguruan tinggi yang sejak 1965 fokus pada pembangunan masyarakat desa—dengan SBP yang konsisten mendorong pertumbuhan sastra di Yogyakarta.
Hadirkan Konsep Unik
Peluncuran kali ini tampil berbeda dari biasanya. Para penyair yang karyanya termuat dalam Air Mata Kata tidak akan membacakan puisinya sendiri. Sebagai gantinya, karya-karya mereka akan dibawakan oleh sejumlah tokoh masyarakat, akademisi, dan seniman yang hadir sebagai pembaca tamu.
Beberapa tokoh publik dan akademisi yang dijadwalkan tampil antara lain Prof. Dr. PM Laksono (Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya UGM), Prof. Dr. Fathul Wahid (Rektor UII), dan Dr. Hj. Yuni Satia Rehayu, S.S., M.Hum. (Anggota DPRD DIY).
Selain itu, dua pengajar STPMD APMD, Tri Agus Susanto Siswowiharjo dan Irsa Irasari, juga akan naik panggung untuk membacakan puisi karya Ons Untoro.
Acara ini pun akan dimeriahkan deretan seniman dan pegiat budaya, seperti Tari Sudhiarto, Luwi Darto, Tortor, Rina Nikandaru, Yopie Tiptony, Salame Elmie, Coach Erwin, Yuli Purwati, Muhammad Sheva Athaya, Yantoro, Krishna Miharja, hingga Thalita Alkalila Fadillah. Tak ketinggalan, penyair Joshua Igho akan melengkapi acara lewat penampilan lagu puisi ciptaannya sendiri.
Sinergi Sastra dan Dunia Komunikasi
Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan STPMD APMD, Tri Agus Susanto Siswowiharjo mengungkapkan kolaborasi dengan SBP sangat sejalan dengan keberadaan Program Studi Ilmu Komunikasi di kampus mereka. Karya sastra dinilai memiliki keterkaitan erat dengan dunia komunikasi.
Menurutnya, ini bukan kali pertama Sastra Bulan Purnama bersinergi dengan STPMD APMD. Pada November 2024 dan November 2025, pihaknya juga menerbitkan antologi puisi berjudul Pulang ke Rumah Nenek dan Kitab Omon-Omon yang dibacakan di Aula STPMD.
Perluas Ruang Apresiasi Sastra
Di sisi lain, Koordinator Sastra Bulan Purnama, Ons Untoro menyebutkan kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat adalah upaya untuk memperluas ruang apresiasi sastra. Ia mengapresiasi STPMD APMD sebagai satu-satunya perguruan tinggi yang secara konsisten membuka ruang kolaborasi dengan komunitasnya.
Selain dengan pihak kampus, SBP tercatat aktif menjalin kerja sama dengan lembaga budaya lain seperti Sangkring Art Space, Museum Sandi, dan Balai Bahasa Yogyakarta.
“Penyair yang tampil di Sastra Bulan Purnama tidak hanya berasal dari Yogyakarta, tetapi juga dari berbagai kota di Indonesia.
Melalui peluncuran buku Air Mata Kata ini, kedua belah pihak berharap acara ini dapat menjadi ruang pertemuan positif antara dunia akademik, sastra, dan masyarakat luas, sekaligus memperkuat ekosistem literasi di Yogyakarta (bams)











