Portal DIY

Banser Bekali Strategi Komunikasi ‘BMW’ di SPN Polda DIY

Portal Indonesia
×

Banser Bekali Strategi Komunikasi ‘BMW’ di SPN Polda DIY

Sebarkan artikel ini

 

​BANTUL – Barisan Ansor Serbaguna (Banser) menggelar Latihan Instruktur dan Kursus Pelatih II di SPN Polda DIY, Imogiri, Bantul, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas kader, terutama dalam membangun strategi komunikasi publik yang bijak demi menjaga kerukunan dan persatuan bangsa.

​Acara berskala nasional ini dibuka langsung oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan dihadiri oleh sekitar 6.000 anggota Banser. Dalam pelatihan tersebut, sebanyak 200 instruktur dan pelatih Banser dari seluruh Indonesia dibekali materi khusus bertajuk “Bijak, Mawas, dan Wajib” (BMW).

​Strategi BMW

​Konsultan Komunikasi Publik, AM Putut Prabantoro, selaku narasumber menjelaskan tantangan komunikasi saat ini semakin kompleks akibat masifnya penggunaan media sosial. Ia memperkenalkan konsep BMW sebagai panduan utama kader Banser dalam berinteraksi:
​Bijak: Selektif dalam memilih kata dan kalimat, baik dalam komunikasi langsung maupun di dunia maya.
​Mawas: Waspada terhadap ancaman verbal maupun digital. Putut mengingatkan bahwa “mulut dan jari” dapat menjadi sumber konflik jika tidak dikelola dengan hati-hati.
​Wajib: Mematuhi seluruh aturan hukum tertulis maupun norma tidak tertulis yang berlaku di masyarakat.

​Putut menegaskan kegagalan komunikasi dapat memicu ketersinggungan yang berujung pada masalah hukum. “Indikator keberhasilan komunikasi bagi pelatih Banser adalah sejauh mana kader memahami perintah organisasi dan menjaga loyalitas pada pimpinan,” ujarnya.

​Inspirasi dari Ngaglik

​Selain pembekalan teori, para peserta juga mendapatkan materi aplikatif dari AKP Yulianto, SH, MH. Kapolsek Gedong Tengen yang juga penerima Riyanto Award ini dinilai sukses membangun komunikasi akar rumput yang inklusif saat menjabat di Ngaglik, Sleman.

​Yulianto memaparkan sinergi lintas agama dan suku adalah inti dari keamanan wilayah. Ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali budaya gotong royong dan intensitas pertemuan warga untuk mencairkan kekakuan sosial.

Baca Juga:
Wisata Laguna Pengklik Bantul Bangkit dengan Hadirnya Wahana Kano

​”Kami berupaya menjadikan wilayah sebagai ‘rumah bersama’. Proses ini membutuhkan ketulusan untuk bergerak bersama demi mewujudkan daerah yang aman dan rukun,” jelas Yulianto.

​Meneladan Riyanto

​Sementara itu, Ketua Umum GP Ansor, Addin Jauharudin menegaskan  seluruh gerak komunikasi Banser harus bermuara pada cinta tanah air dan penghormatan atas keberagaman. Semangat ini merupakan refleksi dari pengorbanan Riyanto, anggota Banser yang gugur saat mengamankan Misa Natal tahun 2000.

​Melalui pelatihan ini, para instruktur diharapkan mampu mencetak kader Banser yang paripurna: tidak hanya sigap secara fisik dalam penanggulangan bencana dan masalah sosial, tetapi juga cerdas dalam berkomunikasi di tengah masyarakat yang majemuk. (bams)