BANYUMAS – Korem 071/Wijayakusuma menggelar bazar sembako murah dan pelayanan publik terpadu di Alun-Alun Banyumas.
Agenda dua hari yang berlangsung sejak Selasa hingga Rabu, 22–23 September 2026 ini dihelat dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) sekaligus HUT ke-76 Kodam IV/Diponegoro.
Sebanyak 20 stan dari unit jajaran Korem 071/Wijayakusuma dan Badan Pelaksana (Balak) memadati area alun-alun.
Mereka menjajakan pelbagai kebutuhan pokok masyarakat dengan harga di bawah pasar.
Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Infanteri Sidik Wiyono mengungkapkan, pameran dan bazar murah ini difokuskan untuk menopang daya beli masyarakat setempat.
“Bazar TNI ini digelar untuk membantu perekonomian warga melalui komoditas sembako berharga terjangkau. Selain pangan pokok, tersedia pula sayuran segar, kudapan getuk goreng, serta aneka kuliner tradisional khas daerah yang dipasarkan murah namun tetap berkualitas,” ujar Sidik.
Rangkaian peringatan ulang tahun TNI di Banyumas sebenarnya telah bergulir sejak Minggu, 20 September 2026.

Selain aktivitas transaksi pangan murah, panitia mengintegrasikan aksi kemanusiaan dan pelayanan publik lintas instansi, meliputi:
* Bakti Kesehatan: Donor darah dan pemeriksaan/pengobatan gratis.
* Sosialisasi Edukatif: Sosialisasi penerimaan prajurit TNI (Cata, Caba, Sepa PK).
* Pameran & Kebudayaan: Pameran persenjataan (alutsista) serta pertunjukan seni tradisional Ebeg.
* Layanan Administrasi Kependudukan: Pelayanan pengurusan dokumen kependudukan gratis oleh Disdukcapil Kabupaten Banyumas.
Integrasi pelayanan publik ini mendapat respons positif dari warga lokal.
Karsitem (71), lansia asal Desa Pekunden, Kecamatan Banyumas, mengaku mendatangi lokasi sejak pagi untuk mengantre sembako.
“Acara seperti ini terbilang jarang terjadi di daerah kami. Jadi saya dan para tetangga sudah berada di Alun-Alun Banyumas sejak pukul 08.00 WIB,” katanya.
Kehadiran stan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Banyumas di sisi selatan tugu alun-alun juga dimanfaatkan warga untuk mengurus dokumen resmi.
Sri Lestari, warga lainnya, berhasil mencetak akta kelahiran secara cuma-cuma setelah sekian lama hanya memegang surat kenal lahir.
”Alhamdulillah, pengurusannya gratis di stan Disdukcapil yang bertugas di sisi selatan tugu,” ujar Sri. (trs)











