KULONPROGO – Nasib nahas menimpa seorang remaja bernama Raissya Farhan Putra Mutiara (14). Korban yang sempat dilaporkan hilang terseret derasnya arus Sungai Progo di kawasan Jembatan Kreo, Banjararum, Kalibawang, Kulon Progo, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh Tim SAR Gabungan, Jumat (1/5/2026) sore.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.15 WIB. Berdasarkan kronologi yang dihimpun, korban yang merupakan warga Kanoman, Banyuraden, Gamping, Sleman tersebut sedang bermain di pinggiran sungai bersama seorang temannya, Merlan (14). Diduga karena arus sungai yang sedang mengalir cukup deras, korban terpeleset dan langsung hanyut terbawa aliran air.
Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis, mengonfirmasi pihaknya segera menerjunkan personel setelah menerima laporan kondisi membahayakan manusia tersebut.
”Kami menerima informasi adanya satu orang hanyut di Sungai Progo. Korban bersama rekannya sedang bermain, lalu satu anak terpeleset dan hanyut,” ujar Rio dalam keterangannya.
Melihat temannya terbawa arus, Merlan segera berlari menuju pemukiman dan Resto Progo Arum untuk meminta pertolongan kepada warga sekitar. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke pihak kepolisian dan Basarnas.
Menindaklanjuti laporan itu, Operasi SAR H1 langsung digelar dengan membagi Tim SAR Gabungan ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 dan 2 melakukan penyisiran air dari lokasi kejadian (LKP) ke arah selatan hingga kawasan Semaken Tiga, sementara SRU 3 fokus melakukan penyisiran di sekitar titik lokasi awal jatuhnya korban.
Setelah pencarian selama kurang lebih empat jam, upaya tim membuahkan hasil. Pada pukul 16.06 WIB, personel dari SRU 3 berhasil menemukan posisi korban tidak jauh dari lokasi awal dilaporkan hilang.
”Petugas dari SRU 3 berhasil mengevakuasi korban. Selanjutnya, jenazah korban langsung dibawa ke RS Mboro,” tambah laporan resmi dari Posko Operasi SAR Gabungan.
Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR secara resmi dinyatakan ditutup pada pukul 17.00 WIB. Pihak berwenang kembali mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak beraktivitas terlalu dekat dengan aliran sungai, terutama saat kondisi arus sedang deras guna menghindari kejadian serupa (bams)











