Portal DIY

BMKG Yogyakarta Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Masa Pancaroba

Portal Indonesia
×

BMKG Yogyakarta Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Masa Pancaroba

Sebarkan artikel ini

 

​YOGYAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah D.I.

Yogyakarta (DIY) selama masa transisi atau pancaroba. Masyarakat diminta waspada terhadap hujan sedang hingga lebat yang diprediksi terjadi pada periode 31 Maret hingga 2 April 2026.

Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Feriomex Hutagalung, S.T., M.Si., menyatakan dinamika atmosfer saat ini sangat mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Jawa, khususnya DIY.

​Fenomena Atmosfer

​Berdasarkan identifikasi terbaru, terdapat tiga faktor utama yang memicu kondisi ini. ​Suhu Muka Laut Hangat: Suhu di Laut Jawa dan Samudra Hindia Selatan Jawa mencapai 28°C–30°C, yang meningkatkan pasokan uap air ke atmosfer. ​

Gangguan Angin: Adanya pola konvergensi (pertemuan angin) dan belokan angin, ditambah aktifnya Gelombang Rossby di Pulau Jawa. ​Kelembapan Tinggi: Kelembapan udara pada ketinggian 1,0 – 3,0 km terpantau sebesar 60-90%, yang memicu pertumbuhan awan hujan yang intens.

​Prakiraan Cuaca

​BMKG memprediksi pada Selasa, 31 Maret 2026 potensi hujan ringan hingga sedang di Sleman Utara, Kulon Progo Utara, dan Gunungkidul Utara.​Gelombang Laut: Kategori sedang (1.25 – 2.5 meter).

Selanjutnya pada Rabu, 1 April 2026 (puncak cuaca ekstrem). ​Potensi terjadi hujan sedang hingga lebat merata di Sleman, Kota Yogyakarta, Gunungkidul, Kulon Progo, dan Bantul bagian Selatan. ​Gelombang Laut: Kategori sedang (1.25 – 2.5 meter).

Pada Kamis, 2 April 2026. ​Potensi hujan ringan hingga sedang di Sleman, Kulon Progo Utara, dan Gunungkidul Utara. Gelombang Laut: Kategori sedang (1.25 – 2.5 meter).

Imbauan bagi Masyarakat

​Mengingat masa pancaroba sering ditandai perubahan cuaca mendadak, BMKG mengeluarkan beberapa poin imbauan penting.​Waspada Cuaca Mendadak: Perubahan dari panas terik ke hujan lebat disertai petir/angin kencang dapat terjadi dalam waktu singkat.

Baca Juga:
DPRD DIY Pastikan Guru Non-ASN Tetap Mengajar, Jumlah ATS Turun Jadi 5.023 Anak

Kesehatan & Keamanan: Masyarakat diminta menjaga hidrasi saat panas terik, membatasi aktivitas luar ruangan di siang hari, dan mewaspadai risiko kebakaran lahan (bams)