KOTA MALANG — Dinamika internal Partai Golkar Kota Malang memanas pasca pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Tahun 2025. Puluhan kader partai berlambang pohon beringin mendatangi dan menyegel Kantor DPD Golkar Kota Malang, Senin (15/12/2025).
Aksi tersebut merupakan buntut dari Musda XI yang digelar di Kantor DPD Golkar Jawa Timur, Jalan A. Yani, Surabaya. Dalam forum tersebut, Djoko Prihatin ditetapkan sebagai Ketua DPD Golkar Kota Malang, mengungguli dua kandidat lainnya.
Selain Djoko Prihatin, dua nama lain yang turut bersaing dalam Musda XI adalah Rudi Nugroho dan H.M. Anton. Namun, hasil penetapan kepemimpinan itu memicu gelombang kekecewaan di kalangan kader daerah.
Salah satu kader Golkar Kota Malang, Bambang AR, menilai proses Musda tidak berjalan sebagaimana mestinya. Ia menyebut sejumlah aturan partai diabaikan dalam pelaksanaannya.
“Petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang tertuang dalam AD/ART partai tidak dijalankan. Prosesnya terkesan sepihak dan tidak melibatkan unsur-unsur penting di internal partai,” ujar Bambang.
Menurutnya, penyegelan kantor DPD merupakan bentuk kemarahan sekaligus penolakan terbuka terhadap hasil Musda XI. Ia menegaskan bahwa kader menilai terjadi intervensi dalam proses yang seharusnya menjadi urusan internal Golkar Kota Malang.
“Kami secara tegas menolak seluruh hasil Musda. Ini semestinya ranah internal Golkar Kota Malang, namun faktanya ada kebijakan yang kami anggap mengintervensi,” tegasnya.
Bambang juga menyampaikan bahwa aksi penyegelan kantor DPD Golkar Kota Malang dilakukan tanpa batas waktu tertentu. Pihaknya berencana turun langsung ke akar rumput sebagai langkah konsolidasi untuk, menurutnya, menyelamatkan Partai Golkar di Kota Malang.











