SIDOARJO — Berbagai persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjadi bahan pembahasan dalam cangkrukan Kamtibmas yang digelar Polsek Buduran Polresta Sidoarjo, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di gazebo Polsek Buduran tersebut mempertemukan jajaran kepolisian dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, komunitas, serta sejumlah unsur masyarakat Kecamatan Buduran.
Cangkrukan dipimpin Kapolsek Buduran Kompol Sugeng Sulistiyono. Turut hadir perwakilan Koramil Buduran, para Kanit dan Panit, Bhabinkamtibmas, serta anggota Polsek Buduran.
Sejumlah elemen masyarakat juga ikut dalam dialog, di antaranya perwakilan Gojek, Supeltas, perguruan silat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda.
Kapolsek Buduran Kompol Sugeng Sulistiyono mengatakan, forum tersebut menjadi sarana membangun komunikasi dua arah antara kepolisian dan masyarakat.
Menurutnya, keterbukaan komunikasi diperlukan agar berbagai informasi, aspirasi, maupun persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti bersama.
“Pertemuan ini menjadi wadah untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang ada di masyarakat. Kami berharap komunikasi dan kerja sama antara kepolisian dengan seluruh elemen masyarakat terus terjalin dengan baik, sehingga situasi Kamtibmas di wilayah Buduran tetap aman dan kondusif,” ujar Kompol Sugeng.
Bahas Pengaturan Kendaraan Berat
Dalam sesi dialog, sejumlah persoalan disampaikan langsung oleh peserta. Salah satunya terkait pengaturan lalu lintas kendaraan berat di kawasan Genteng Abadi.
Perwakilan Supeltas, Adi, meminta agar pengaturan serta rambu-rambu mengenai larangan putar balik bagi kendaraan berat di kawasan tersebut diperjelas.
Masukan itu selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Satlantas dan instansi terkait, termasuk Dinas Perhubungan, untuk mendapatkan tindak lanjut.
Persoalan lain disampaikan Kepala Desa Banjarkemantren, Ferliawati. Ia menyampaikan keresahan warga mengenai aktivitas sejumlah pemuda yang diduga mengonsumsi minuman keras di lingkungan desa.
Menanggapi laporan tersebut, Kapolsek mengarahkan Kanit Samapta bersama unit terkait untuk melakukan pemantauan dan patroli secara persuasif di lokasi yang dimaksud.
Sementara itu, Rani, guru SMP PGRI Buduran, meminta dukungan kepolisian untuk memberikan edukasi kepada pelajar dan orang tua sebagai langkah pencegahan kenakalan remaja.
Menindaklanjuti hal tersebut, Polsek Buduran melalui fungsi Binmas akan terus melakukan pembinaan dan penyuluhan kepada pelajar maupun orang tua.
Melalui cangkrukan Kamtibmas ini, Polsek Buduran menegaskan komitmennya untuk menjaga komunikasi dengan masyarakat. Berbagai masukan yang disampaikan diharapkan menjadi bahan bersama dalam mencari solusi sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kecamatan Buduran.











