Portal DIY

DPW PKB DIY Sambangi Muhammadiyah Guna Jaring Aspirasi Strategis 5 Tahun ke Depan

Portal Indonesia
×

DPW PKB DIY Sambangi Muhammadiyah Guna Jaring Aspirasi Strategis 5 Tahun ke Depan

Sebarkan artikel ini

 

​YOGYAKARTA – Pengurus baru DPW PKB DIY masa bakti 2026-2031 mulai tancap gas dengan melakukan safari silaturahim ke berbagai elemen bangsa. Langkah ini diambil guna menjaring aspirasi dan masukan strategis demi memaksimalkan peran serta kinerja partai selama lima tahun ke depan.

​Sebagai titik awal pergerakan, jajaran pengurus melakukan kunjungan resmi (taaruf) ke Kantor Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah DIY pada Jumat (13/2/2026). Delegasi PKB DIY yang dipimpin oleh Ketua DPW Umaruddin Masdar diterima langsung oleh Ketua PW Muhammadiyah DIY, Dr. Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A., beserta jajaran pimpinan lainnya.

​Turut hadir dalam rombongan tersebut Ketua Dewan Syuro Ny. Hj. Ida Fatimah, Sekretaris Dewan Syuro KH. Rifqi Aziz Maksum, Wakil Ketua Fetra Nurhikmah, serta sejumlah pengurus teras lainnya. Sementara dari PWM DIY, turut mendampingi Wakil Ketua Nur Ahmad Gojali serta jajaran Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP).

​Serap Energi Organisasi Keumatan

​Ketua DPW PKB DIY, Umaruddin Masdar menegaskan silaturahim ini bukan sekadar agenda formalitas, melainkan upaya proaktif partai untuk memastikan kebijakan yang diambil selaras dengan kebutuhan masyarakat Yogyakarta.

​”Kegiatan awal kepengurusan baru kami adalah taaruf dengan berbagai pihak untuk mengenalkan wajah baru pengurus, memohon doa restu, serta menjaring masukan demi memaksimalkan peran kinerja PKB lima tahun ke depan,” katanya.

“Dukungan dan masukan ini menjadi energi tambahan bagi kami untuk mengabdi secara total,” tambah Umaruddin.

​Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, kedua belah pihak sepakat membangun sinergi yang lebih kuat, khususnya dalam aspek politik keumatan yang berdampak langsung pada kesejahteraan.

​Fokus Isu Kerakyatan dan Sosial

​PW Muhammadiyah DIY menitipkan sejumlah agenda strategis kepada PKB DIY untuk dikawal melalui jalur legislatif maupun kebijakan partai. Beberapa poin utama yang dibahas meliputi Kesejahteraan dan Pendidikan: Penguatan kualitas SDM melalui akses pendidikan yang merata. Kesehatan: Penanganan serius terhadap isu stunting di wilayah DIY. ​Masalah sosial: Penanganan kemiskinan, mitigasi kenakalan remaja, hingga pengawasan ketat peredaran minuman keras (miras).

Baca Juga:
Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H Digelar 19 Maret, Ini Prediksi Tanggal Idul Fitri 2026

​”Muhammadiyah berharap kita bisa bersinergi meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” paparnya.

“Kami diajak terjun langsung menyelesaikan persoalan serius seperti pembangunan berkelanjutan hingga menjaga moralitas publik,” tambah Umaruddin.

​DIY Etalase Keberagaman

​Lebih lanjut, Umaruddin menekankan pentingnya menjaga kondusifitas wilayah mengingat kedudukan DIY sebagai miniatur keberagaman Indonesia. Menurutnya, inklusivitas dan produktivitas daerah hanya bisa terwujud melalui kesadaran kolaboratif dari semua pemangku kepentingan.

Melalui pertemuan ini disepakati sebagai titik awal untuk bersama-sama mengawal agenda-agenda besar daerah ke depan. “Kami berkomitmen menjadikan politik sebagai sarana pengabdian untuk kemaslahatan umat dan memastikan DIY tetap menjadi rumah yang nyaman bagi semua,” pungkasnya (bams)