SIDOARJO — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mempercepat pelaksanaan program nasional Koperasi Merah Putih yang digagas Presiden RI, Prabowo Subianto. Program ini dirancang hadir di seluruh desa dan kelurahan sebagai instrumen penguatan ketahanan pangan sekaligus strategi pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat.
Di Kecamatan Sidoarjo, Desa Rangkah Kidul menjadi salah satu wilayah yang bergerak cepat. Pembangunan gedung Koperasi Merah Putih dimulai pada November 2024 dan tuntas pada akhir Januari 2025.
Kepala Desa Rangkah Kidul, H. Warlheiyono, menjelaskan bahwa saat ini koperasi memasuki tahap persiapan operasional. Para pengurus dijadwalkan mengikuti pembinaan dan bimbingan teknis dari Dinas Koperasi sebelum aktivitas usaha dijalankan secara penuh.
“Insyaallah akan diresmikan pada Agustus mendatang. Kami masih menunggu kelengkapan fasilitas, termasuk instalasi pendukung serta pengiriman dua unit mobil dan dua sepeda motor untuk operasional,” ujarnya, Selasa (24/02/2026).
Gedung koperasi yang berdiri di atas bangunan seluas kurang lebih 600 meter persegi, dengan dimensi sekitar 30 meter x 20 meter, diproyeksikan menjadi pusat pergerakan ekonomi warga. Keberadaannya diharapkan mampu menyatukan berbagai potensi usaha masyarakat dalam satu wadah terpadu.
Beragam lini usaha telah disiapkan, mulai dari penyediaan sembako, gerai elpiji, klinik kesehatan, hingga layanan simpan pinjam. Skema ini dirancang untuk menjawab kebutuhan dasar warga sekaligus memperkuat sirkulasi ekonomi di tingkat desa.
Tak hanya itu, pelaku UMKM akan difasilitasi menempati area depan gedung koperasi. Mereka diposisikan sebagai mitra strategis guna membangun ekosistem usaha yang saling menguatkan.
Ketua Pengurus Koperasi Merah Putih Desa Rangkah Kidul, Nasihul Umam, menambahkan bahwa pembangunan fisik gerai telah rampung per 30 Januari 2025. Saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan instansi terkait untuk mematangkan tahapan operasional.
“Kami berharap koperasi ini benar-benar menjadi milik bersama. Dengan dukungan seluruh warga, kami optimistis keberadaannya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Rangkah Kidul,” tuturnya.
Pada 2025, jumlah anggota koperasi tercatat 10 orang. Memasuki 2026, keanggotaan akan diperluas dengan melibatkan unsur kelembagaan desa seperti RT, RW, LPMD, PKK, serta Karang Taruna. Proses pendataan lanjutan akan dilakukan usai Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2025.
Pemerintah desa menaruh harapan besar agar seluruh warga berpartisipasi sebagai anggota. Dengan demikian, Koperasi Merah Putih diharapkan tumbuh sebagai gerakan ekonomi dari warga, oleh warga, dan untuk warga secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi Desa Rangkah Kidul secara menyeluruh.











