YOGYAKARTA — Sejumlah perjalanan kereta api di wilayah KAI Daop 6 Yogyakarta sempat berhenti luar biasa (BLB) setelah gempa bumi mengguncang wilayah Bantul dan sekitarnya, Kamis (20/8/2026) sore. Penghentian sementara dilakukan untuk memastikan kondisi jalur, jembatan, dan sarana perkeretaapian tetap aman.
Gempa terjadi pada pukul 17.20.57 WIB dengan magnitudo 3,5 berdasarkan pemutakhiran analisis BMKG. Guncangan gempa turut dirasakan di sejumlah wilayah yang berada dalam wilayah operasional KAI Daop 6 Yogyakarta.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan, seluruh perjalanan KA dihentikan sementara untuk pemeriksaan kondisi prasarana dan sarana pascagempa.
“Pemeriksaan prasarana dan sarana pasca gempa merupakan prosedur yang wajib dilakukan oleh KAI untuk memastikan aspek keselamatan tetap terjaga,” kata Feni dalam keterangan tertulis, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya tim lapangan KAI Daop 6 langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh. Pemeriksaan meliputi kondisi jembatan, jalur rel, prasarana pendukung lainnya, hingga rangkaian kereta api.
Hasil pemeriksaan menyatakan seluruh lintas dan jalur KA dalam kondisi aman. Pada pukul 17.42 WIB, seluruh lintas dinyatakan aman dan KA yang sebelumnya berhenti luar biasa kembali melanjutkan perjalanan.
“Total terdapat 20 perjalanan KA yang sempat mengalami BLB. Durasi penghentian bervariasi antara 10 hingga 25 menit,” sebutnya.
KA yang mengalami BLB antara lain KA Jayakarta selama 19 menit, BIAS 12 menit, Brantas 10 menit, Commuterline Palur-Yogyakarta 24 menit, Cilace Trans 24 menit, Logawa 17 menit, Bandara YIA 25 menit, Senja Utama Yogyakarta 15 menit, Cilawalu Service 19 menit, dan Malabar 11 menit. Selain itu, Commuterline Yogyakarta-Palur berhenti 10 menit, Sancaka 23 menit, Batavia 24 menit, Bengawan 25 menit, Kalem Service 19 menit, Prameks 22 menit, Bandara YIA 24 menit, Manahan 17 menit, Wijaya Kusuma 14 menit, serta Bandara YIA 11 menit.
Feni menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang yang terdampak penghentian sementara perjalanan KA. KAI juga mengapresiasi kesabaran pelanggan selama proses pemeriksaan berlangsung (bams)











