YOGYAKARTA – Mantan Wakil Kepala Staf TNI AD Letjen (Purn) Kiki Syahnakri menilai sosok Herman Yoseph Fernandez telah memenuhi seluruh kriteria untuk dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Hal ini disampaikan Kiki dalam pertemuan bersama tim pengusul dan akademisi di Yogyakarta, Sabtu (7/2/2026) malam.
Menurut Kiki, pengorbanan Herman yang gugur di medan laga pada usia 23 tahun bukan sekadar catatan sejarah biasa, melainkan bukti nyata patriotisme tinggi. Ia menilai sosok Herman adalah representasi penting bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan kolektif yang melibatkan putra-putra terbaik dari wilayah Timur, khususnya Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
”Herman Yoseph Fernandez sangat memenuhi syarat sebagai pahlawan nasional. Perjuangannya melintasi batas etnis dan agama, menunjukkan bahwa semangat bela negara itu ada di seluruh pelosok Nusantara,” tegas Kiki Syahnakri.
Target Penetapan 2026
Sejalan dengan penilaian tersebut, keponakan kandung Herman Fernandez sekaligus perwakilan tim pengusul, Grace Siahaan Njo mengungkapkan pihaknya tengah menata ulang strategi untuk mengejar target penetapan di tahun 2026. Fokus saat ini menyempurnakan dokumen primer yang diminta oleh Kementerian Sosial (Kemensos).
”Kami mulai kembali menata strategi untuk Herman di 2026. Kami menyempurnakan dokumentasi dan data-data primer melalui napak tilas. Kami juga ingin sosialisasi ini berjalan masif untuk membuka kesadaran masyarakat tentang keberadaan Herman sebagai pejuang,” ujar Grace.
Ia menambahkan dukungan media sangat dibutuhkan karena tim pengkaji pusat juga memantau rekam jejak digital sebagai salah satu bahan pertimbangan.
Pahlawan secara ‘De Facto’
Dosen Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta Prof Dr Yoseph Yapi Taum, MHum memperkuat pernyataan Kiki dengan menyebut Herman sebagai pahlawan secara de facto. Fakta bahwa Herman dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara, Yogyakarta, bersanding dengan Jenderal Sudirman, menjadi bukti pengakuan awal negara atas jasanya.
”Beliau tidur di antara bintang-bintang. Kualitas wataknya teruji sejak masa pendudukan Jepang, di mana ia rela bekerja rodi demi membiayai studi sahabatnya, Frans Seda,” ungkap Prof Yapi.
Misi Keterwakilan NTT
Upaya pengusulan ini juga menjadi misi penting bagi masyarakat NTT. Selama hampir 20 tahun, NTT belum memiliki tambahan pahlawan nasional baru, dan hingga kini belum ada putra daerah asal Pulau Flores yang menyandang gelar tersebut.
Herman Yoseph Fernandez merupakan anggota Tentara Pelajar yang gugur setelah Pertempuran Sidobunder (1947). Ia dieksekusi mati oleh Belanda pada 31 Desember 1948 setelah dengan berani mengakui diri sebagai pelaku penembakan perwira musuh demi menyelamatkan rekan seperjuangannya, La Sinrang. (bams)











