Portal Jatim

Konflik Ekonomi Rumah Tangga Berujung Aksi Pembacokan di Besuki, Polisi Ungkap Kronologi Lengkap

Redaksi
×

Konflik Ekonomi Rumah Tangga Berujung Aksi Pembacokan di Besuki, Polisi Ungkap Kronologi Lengkap

Sebarkan artikel ini

SITUBONDO – Kepolisian akhirnya mengungkap secara terang kasus pembacokan yang menggemparkan warga Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Insiden berdarah tersebut berakar dari konflik rumah tangga yang dipicu persoalan ekonomi.

Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, S.H., S.I.K., M.Sc., melalui Kasat Reskrim AKP Agung Hartawan, S.H., M.H., menjelaskan bahwa peristiwa terjadi pada Minggu dini hari, 1 Februari 2026, sekitar pukul 02.00 WIB.

Menurut AKP Agung, kejadian bermula dari pertengkaran antara seorang suami berinisial T dengan istrinya S. Perselisihan itu awalnya terkait masalah ekonomi keluarga, namun kemudian berkembang menjadi konflik pribadi yang lebih serius.

“Cekcok rumah tangga tersebut semakin memanas hingga pelaku tidak mampu mengendalikan emosinya,” ujar AKP Agung saat memberikan keterangan, Minggu (1/2/2026).

Dalam kondisi emosi yang memuncak, pelaku mengambil pisau yang berada di dapur rumah. Senjata tajam itu kemudian digunakan untuk menganiaya korban, yang tak lain adalah istrinya sendiri.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius, terutama di bagian wajah dan tangan akibat sabetan pisau.

Tidak berhenti di lokasi kejadian awal, pelaku justru beranjak meninggalkan rumah. Ia diketahui berkeliling ke sejumlah tempat, mulai dari toko Madura, lokasi permainan Play Station (PS), hingga sebuah warung kopi.

Aksi pelaku berlanjut dengan mendatangi rumah mantan juragannya. Di lokasi terakhir ini, pelaku menabrakkan sepeda motor yang dikendarainya. Kendaraan tersebut diketahui bukan milik pelaku, melainkan milik pihak lain.

“Dari hasil penyelidikan, pelaku hanya satu orang, yaitu T. Namun dalam perjalanannya, ia sempat menyampaikan informasi yang tidak benar kepada orang tuanya,” jelas AKP Agung.

Pelaku mengaku kepada orang tuanya bahwa ia memiliki masalah dengan pihak lain. Atas dasar informasi tersebut, orang tua pelaku sempat memberikan pembelaan. Namun setelah mengetahui fakta bahwa permasalahan sebenarnya adalah kekerasan terhadap istrinya sendiri, keluarga akhirnya menyerahkan pelaku kepada pihak kepolisian.

Baca Juga:
Cekcok Dipicu Status WhatsApp, Suami di Pagar Alam Diduga Cekik Istri hingga Tewas

Lebih lanjut, polisi mencatat bahwa rangkaian peristiwa tersebut melibatkan total lima korban. Kerugian yang ditimbulkan tidak hanya berupa luka fisik akibat penganiayaan, tetapi juga kerugian materi dari perusakan dan pengambilan barang.

“Jika ditelusuri secara keseluruhan, terdapat lima tempat kejadian perkara yang saling berkaitan dalam aksi pelaku,” ungkapnya.

Petugas kepolisian bergerak cepat mengamankan pelaku beserta barang bukti, di antaranya sebilah pisau yang digunakan dalam penganiayaan serta satu unit sepeda motor yang dipakai pelaku saat berpindah lokasi.

“Hingga kini, penyidik masih terus melakukan pendalaman dan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkas AKP Agung.