PURWOREJO – Lantunan shalawat dan doa mengalun khidmat dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam di Mushola Ar-Rohmah, Desa Banyuasin Separe, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jumat (21/8)
Bukan sekadar menjadi agenda keagamaan, peringatan Maulid Nabi tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, mempererat silaturahmi, sekaligus mengajak masyarakat meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan itu dihadiri Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi, Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo Suranto, anggota DPRD Purworejo dari Dapil 6, Camat Loano, sejumlah kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat Desa Banyuasin Separe dan sekitarnya.
Sejak awal kegiatan, suasana religius begitu terasa. Lantunan shalawat yang dikumandangkan jamaah menambah kekhusyukan sekaligus menjadi ungkapan kecintaan umat Islam kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.
Rangkaian acara semakin sarat makna dengan tausiyah yang disampaikan KH Muhammad Al Jaelani dari Magelang. Dalam ceramahnya, jamaah diajak untuk tidak berhenti pada kecintaan kepada Rasulullah secara lisan, tetapi juga mengimplementasikan keteladanan beliau dalam kehidupan nyata.
Akhlak Rasulullah, seperti kejujuran, kesabaran, kasih sayang, kepedulian terhadap sesama, serta sikap menjaga persatuan, dinilai menjadi nilai penting yang relevan untuk terus ditanamkan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi menyampaikan apresiasi kepada panitia, pengurus Mushola Ar-Rohmah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh warga yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan peringatan Maulid Nabi tersebut.
Menurut Dion, peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Lebih dari itu, momentum tersebut harus mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas keimanan dan akhlak masyarakat.
“Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua. Peringatan Maulid Nabi menjadi momentum bagi kita untuk mengenang sekaligus meneladani akhlak Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam,” ungkap Dion.
Ia menegaskan, keteladanan Rasulullah dapat menjadi landasan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Nilai kejujuran, kesabaran, kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama perlu terus dihidupkan agar persaudaraan dan kerukunan di tengah masyarakat semakin kuat.
“Mari kita terus menjaga kerukunan, semangat gotong royong, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Jadikan keteladanan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Dion juga mengajak masyarakat menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum melakukan introspeksi dan memperbaiki diri. Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah seharusnya tercermin melalui perilaku yang baik, sikap saling menghormati, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
“Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Semoga kegiatan ini berjalan lancar, membawa keberkahan, serta memberikan perubahan yang baik bagi masyarakat Desa Banyuasin Separe,” pungkasnya.
Peringatan Maulid Nabi di Mushola Ar-Rohmah pun menjadi gambaran kuatnya semangat religius dan kebersamaan warga Banyuasin Separe. Melalui shalawat, doa, tausiyah, dan semangat meneladani Rasulullah, masyarakat diharapkan semakin kokoh dalam menjaga persaudaraan, kerukunan, serta kepedulian sosial.
“Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad, wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad.” (Fzi)











