PROBOLINGGO – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Probolinggo menegaskan komitmennya untuk tetap berjalan sesuai tuntunan syariat Islam serta menjaga independensi dalam menjalankan peran kelembagaannya di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Penegasan tersebut disampaikan melalui pesan singkat yang beredar pada Jumat (23/04/2026), yang menekankan bahwa MUI tetap berpegang pada prinsip dieniyah atau tegak lurus terhadap ajaran syariat, serta al hurriyah yang berarti independensi dalam menjalankan tugas dan fungsi kelembagaan.
Selain itu, MUI juga menegaskan posisinya sebagai shodiqul hukumah atau mitra pemerintah, sekaligus ri’ayatul ummah sebagai pelindung dan pengayom umat.
Dalam pesan tersebut, MUI turut meminta doa dan dukungan masyarakat agar tetap istiqamah serta tidak bergeser dari prinsip-prinsip dasar yang telah menjadi landasan perjuangan organisasi.
Pernyataan itu mendapat respons positif dari Ketua LSM AMPP Kabupaten Probolinggo, Lutfi Hamid, yang mengaku mengapresiasi sikap tegas MUI tersebut.
Menurutnya, komitmen MUI untuk tetap berpegang pada nilai-nilai syariat dan menjaga independensi merupakan langkah penting dalam menjaga kepercayaan publik, khususnya di tengah berbagai persoalan sosial yang berkembang saat ini.
“Kami mengucapkan terima kasih atas pernyataan tersebut. Ini menjadi penguat bagi kami bahwa MUI tetap istiqamah dalam menjalankan tugasnya sesuai tuntunan syariat,” ujarnya.
Lutfi menilai, peran MUI sebagai mitra pemerintah dan pelindung umat harus terus dijaga agar mampu menjadi jembatan yang sehat antara kebijakan pemerintah dan kepentingan masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memberikan dukungan moral dan doa agar MUI tetap konsisten menjalankan amanahnya.
“Semoga MUI selalu diberikan kekuatan dan tetap menjadi panutan bagi umat,” pungkasnya.











