BANTUL – Seorang nelayan dilaporkan hilang di kawasan Muara Sungai Opak, Tirtohargo, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, pada Sabtu (28/3/2026). Hingga Sabtu malam, Tim SAR Gabungan masih terus melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Humas Basarnas Yogyakarta, Pipit Eriyanto, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai kondisi membahayakan manusia (KMM) satu orang tenggelam. Korban diketahui bernama Yunanto (30), warga Dusun Muneng, Tirtohargo, Bantul.
”Kronologi bermula saat korban berpamitan kepada keluarga pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB untuk menjaring ikan di Muara Opak. Namun, hingga pukul 12.00 WIB korban belum kunjung pulang,” ujar Pipit dalam keterangannya, Sabtu (28/3/2026).
Pihak keluarga sempat melakukan pencarian mandiri di sekitar hutan mangrove dan menemukan sepeda motor korban masih terparkir dengan kondisi stang terkunci. Indikasi kecelakaan air diperkuat dengan temuan perahu getek milik korban.
”Pada pukul 05.00 WIB, seorang saksi yang sedang mencari sampah di sungai menemukan perahu getek dalam kondisi terbalik dan rusak. Getek tersebut kemudian dievakuasi ke tepian,” lanjut Pipit.
Mendapat laporan tersebut, Kantor Basarnas Yogyakarta segera berkoordinasi dengan potensi SAR setempat. Operasi SAR H1 resmi dibuka pada pukul 16.00 WIB dengan melibatkan personel dari Marnit Kuwaru, Satgas Jogosegoro, dan Sarlinmas Wilayah 4.
Pipit menambahkan bahwa kondisi cuaca di lokasi saat ini terpantau mendung. Tim di lapangan terus memantau situasi dan melakukan penyisiran di titik-titik yang dianggap rawan.
”Hingga laporan ini diturunkan, status korban masih dalam pencarian. Tim SAR Gabungan terus berupaya maksimal di lokasi kejadian,” pungkasnya (bams)











