Berita

Pangdivif 2 Kostrad Resmikan Jembatan GMP di Pasuruan, Buka Akses Warga dan Dongkrak Perekonomian

Redaksi
×

Pangdivif 2 Kostrad Resmikan Jembatan GMP di Pasuruan, Buka Akses Warga dan Dongkrak Perekonomian

Sebarkan artikel ini
Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun meresmikan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih (GMP) di Kelurahan Bakalan, Kota Pasuruan, sebagai akses baru yang mendukung mobilitas, pendidikan, dan perekonomian masyarakat.

PASURUAN | Penantian panjang warga Kelurahan Bakalan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, akhirnya terjawab. Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 2 Kostrad, Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, S.Sos., meresmikan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih (GMP), Jumat (26/6/2026), sebagai akses baru yang diharapkan mampu meningkatkan mobilitas, perekonomian, serta mempermudah aktivitas pendidikan masyarakat.

Jembatan gantung tersebut dibangun untuk menggantikan akses lama yang rusak dan selama ini menjadi kendala bagi warga. Kehadirannya menjadi jalur penghubung penting yang mempercepat aktivitas sehari-hari sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.

Peresmian dihadiri sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda, di antaranya Wakil Wali Kota Pasuruan M. Nawawi, Ketua DPRD Kota Pasuruan M. Toyib, Penjabat Sekretaris Daerah Lucky Danardono, Danyon Zipur 10/2/JP Kostrad Letkol Czi Amito Surya Mutiara, Dandim 0819 Pasuruan Letkol Inf Boga Bramiko, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly, perwakilan Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan, jajaran Forkopimcam, lurah, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun menjelaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang dilaksanakan TNI Angkatan Darat guna membantu masyarakat di wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses.

“Kepala Staf Angkatan Darat yang sebagai Dansatgas Jembatan memerintahkan kepada kami untuk membantu masyarakat yang kesulitan di wilayah. Sehingga kami mencari daerah dan di daerah Kelurahan Bakalan inilah kita membuat jembatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, TNI AD melalui Divif 2 Kostrad membangun dua jenis jembatan dalam program tersebut, yakni jembatan gantung dan jembatan beton (Aramco). Untuk jembatan tipe Aramco, proses peresmiannya dijadwalkan akan dilakukan dalam waktu dekat.

Mayjen Primadi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pasuruan, Forkopimda, serta masyarakat yang telah mendukung proses pembangunan hingga selesai sesuai rencana.

“Pada program ini kami berterima kasih kepada Pak Wakil Wali Kota selaku bina wilayah, dan juga para Forkopimda, Ketua DPRD serta seluruh masyarakat yang telah mendukung dan membantu terlaksananya pembangunan program jembatan ini,” ucapnya.

Ia berharap masyarakat dapat menjaga dan memanfaatkan fasilitas tersebut secara bijak agar usia pakainya lebih panjang.

“Kami berharap dengan pembangunan yang sudah kami buat ini, nantinya masyarakat dapat memelihara dan menggunakan dengan sebaik-baiknya. Karena ini adalah jembatan gantung, maka dari itu jangan sampai dilewati dengan mobilitas kapasitas yang melebihi,” pesannya.

Selain meresmikan jembatan, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyaluran bantuan sosial berupa paket sembako kepada warga serta perlengkapan sekolah bagi anak-anak di sekitar lokasi sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.

Baca Juga:
Setelah Ramai Dilaporkan, Konflik AB Jaya Masuki Babak Baru, Ini Hasil Mediasinya

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pasuruan M. Nawawi menyampaikan apresiasi kepada TNI AD, khususnya Yonzipur 10/2 Kostrad dan Divif 2 Kostrad, yang telah merealisasikan pembangunan jembatan yang selama bertahun-tahun diharapkan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota Pasuruan kami mengucapkan terima kasih. Tentu jembatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami, karena memang kampung ini terisolir bertahun-tahun dan banyak warga yang sering mengusulkan. Alhamdulillah hari ini bisa dibangun jembatan di kampung ini,” tuturnya.

Dengan beroperasinya Jembatan Perintis Garuda Merah Putih, masyarakat Kelurahan Bakalan kini memiliki akses yang lebih aman dan mudah untuk menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun kegiatan sosial. Kehadiran jembatan ini diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan wilayah sekaligus memperkuat konektivitas antarpermukiman di Kota Pasuruan.