MAMUJU — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia turut dirasakan keluarga besar MF Taekwondo Club Mamuju. Puluhan atlet dan orang tua mengikuti berbagai permainan dalam kegiatan tujuh belasan yang digelar di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Minggu (16/8/2026).
Suasana berlangsung meriah. Para taekwondoin yang biasanya disibukkan dengan latihan fisik dan teknik bela diri, kali ini menikmati momentum kemerdekaan melalui berbagai games yang dikemas santai dan penuh keceriaan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi para atlet untuk bersilaturahmi dan membangun kedekatan di luar jadwal latihan.
Salah seorang atlet MF Taekwondo, Ari, mengatakan kegiatan semacam itu memberikan pengalaman berbeda bagi para taekwondoin. Menurutnya, kebersamaan tidak hanya dibangun ketika berada di arena latihan.
“Kegiatan ini sangat seru karena bisa lagi silaturahmi sesama taekwondo. Tidak waktu latihan saja, tapi juga dalam momen seperti ini,” kata Ari.
Kepala Pelatih MF Taekwondo Mamuju, Muh. Fajrin, menegaskan bahwa inti kegiatan bukanlah mencari pemenang ataupun memperebutkan hadiah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai kebersamaan dan kekeluargaan di antara anggota.
“Bukan tentang siapa menang, siapa juara, atau siapa yang dapat hadiah. Tapi momen kebersamaan di hari kemerdekaan ke-81 ini penuh makna dan keceriaan,” ujar Fajrin.
Menurutnya, momentum tersebut juga membuka kesempatan bagi para atlet dan orang tua untuk saling mengenal lebih dekat. Interaksi yang terbangun dalam suasana santai dinilai dapat memperkuat hubungan antarkeluarga dalam lingkungan MF Taekwondo.
“Momen ini menjadi ajang silaturahmi sesama taekwondoin, begitu pun para orang tua. Yang belum kenal akhirnya bisa saling kenal,” katanya.
Fajrin menambahkan, kegiatan kebersamaan bukan hal baru bagi MF Taekwondo Mamuju. Sejumlah agenda serupa telah beberapa kali dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan kekompakan di luar aktivitas latihan.
“Momen ini juga bukan pertama kali dilakukan. Sudah sering kami lakukan sebagai wadah kebersamaan,” tambahnya.
Ia menjelaskan, aktivitas bersama memiliki peran penting dalam membangun chemistry dan kerja sama antaratlet. Sebab, pembinaan seorang atlet tidak hanya berkaitan dengan kemampuan fisik, teknik, dan mental bertanding, tetapi juga kemampuan berinteraksi serta bekerja dalam sebuah tim.
“Ini juga membangun kerja sama sesama tim. Kegiatan seperti inilah yang ditunggu-tunggu para taekwondoin, sehingga tidak latihan terus. Mereka juga pasti ingin refreshing. Tentunya dengan kegiatan seperti ini,” jelas Fajrin.
Bagi Fajrin, kegiatan tersebut diharapkan mampu membuat MF Taekwondo semakin solid sebagai sebuah keluarga besar. Hubungan antara pelatih, atlet, dan orang tua pun diharapkan tidak sebatas terikat dalam aktivitas olahraga, tetapi berkembang menjadi ikatan kekeluargaan yang kuat.
Ke depan, MF Taekwondo Mamuju juga berencana kembali menggelar kegiatan bersama. Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun, dengan konsep berupa camp maupun kegiatan positif lainnya.
“Insya Allah akan ada kegiatan-kegiatan berikutnya akhir tahun, baik camp maupun kegiatan lainnya,” pungkasnya.
Perayaan tujuh belasan ini menunjukkan bahwa pembinaan olahraga bela diri dapat berjalan beriringan dengan penguatan karakter sosial. Di tengah rutinitas latihan dan persiapan kompetisi, ruang untuk bermain, bersilaturahmi, dan membangun solidaritas menjadi bagian penting dalam membentuk tim yang semakin kompak.











