Portal Jateng

Satgas TMMD ke-127 Sosialisasikan Pupuk Organik dan Kenalkan Drone Pertanian di Brebes

Portal Indonesia
×

Satgas TMMD ke-127 Sosialisasikan Pupuk Organik dan Kenalkan Drone Pertanian di Brebes

Sebarkan artikel ini

 

BREBES – Satgas TMMD Ke-127 Tahun 2026 menggelar sosialisasi pembuatan pupuk organik sekaligus pengenalan drone pertanian kepada kelompok tani (Poktan) di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes. Kegiatan ini dilakukan bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Brebes serta Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Banjarharjo, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan. Sosialisasi difokuskan pada pemanfaatan kotoran ternak menjadi pupuk organik guna menjaga keseimbangan fungsi tanah.

Dalam pemaparannya, petugas menjelaskan penggunaan pupuk kimia dan pestisida non-organik secara berlebihan dapat merusak sifat fisik, biologis, dan kimia tanah. Selain itu, residu yang ditinggalkan berpotensi membahayakan lingkungan.

Disebutkan, setiap ekor ternak mampu menghasilkan kotoran sekitar 8 hingga 10 kilogram per hari. Jika tidak dikelola dengan baik, limbah tersebut dapat menimbulkan polusi berupa gas amoniak yang berkontribusi terhadap peningkatan gas rumah kaca. Namun, apabila diolah menjadi pupuk kandang, kotoran ternak memiliki nilai ekonomi sekaligus bermanfaat bagi kesuburan tanah.

Petugas teknis juga memberikan pemahaman bahwa unsur hara dalam kotoran ternak masih bersifat kompleks sehingga perlu melalui proses fermentasi agar mudah diserap tanaman. Tanpa pengolahan, proses penguraian alami bisa memakan waktu hingga enam bulan atau lebih.

Selain teori, peserta juga diperkenalkan dengan alat dan bahan pembuatan pupuk organik. Tak hanya itu, Satgas TMMD turut mengenalkan drone pertanian yang dapat digunakan untuk penyemprotan pupuk cair, sehingga mempercepat pekerjaan dan menekan biaya operasional.

Dansatgas TMMD Ke-127 Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari program nonfisik TMMD untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan potensi lokal.

“Melalui sosialisasi ini, kami ingin mendorong peternak dan petani agar tidak hanya bergantung pada pupuk kimia, tetapi mampu memanfaatkan potensi di lingkungan sekitar. Selain ramah lingkungan, pengolahan kotoran ternak juga bisa menambah nilai ekonomi masyarakat serta mendukung penggunaan alat pertanian modern,” ujarnya.

Baca Juga:
Kesan Istimewa Presiden Prancis saat Kunjungi Borobudur

Ia menegaskan TMMD tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga membangun kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam mengelola sumber daya yang dimiliki.

Melalui kegiatan ini, Satgas TMMD Ke-127 berharap para peternak di Desa Cikuya mampu mengolah limbah ternak secara mandiri dan berkelanjutan, sehingga produktivitas pertanian meningkat dan pendapatan masyarakat bertambah. (*)