Portal Jatim

SDN Taman Kirim 7 Siswa Ikuti Wisuda Akbar III Metode Tartila dan Tahfizh di Probolinggo

Redaksi
×

SDN Taman Kirim 7 Siswa Ikuti Wisuda Akbar III Metode Tartila dan Tahfizh di Probolinggo

Sebarkan artikel ini
Wisuda Akbar ke-III Metode Tartila dan Tahfizh serta Pelantikan PAC JQH NU yang digelar di Ruang Madakaripura, Kantor Pemkab Probolinggo.

PROBOLINGGO – Komitmen penguatan pendidikan Al-Qur’an kembali ditunjukkan melalui pelaksanaan Wisuda Akbar ke-III Metode Tartila dan Tahfizh yang digelar Pimpinan Cabang Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQH NU) Kota Kraksaan. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Madakaripura lantai 5 Kantor Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Sabtu (7/2/2016).

Acara yang juga dirangkai dengan pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) JQH NU ini diikuti sebanyak 598 peserta. Mereka berasal dari berbagai Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) se-Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Pada momen tersebut, SDN Taman, Kecamatan Paiton, turut ambil bagian dengan mengikutsertakan tujuh siswanya dalam prosesi wisuda. Ketujuh siswa tersebut adalah Fara Ria Trisning Tias, Zian Faradisa, Amira, Nada, Iif, Shyla, dan Nasfa.

Guru TPQ SDN Taman, Ustadz Basit, menyampaikan bahwa keikutsertaan siswa SDN Taman dalam Wisuda Akbar ini merupakan yang pertama kalinya. Ia mengaku bersyukur atas capaian tersebut.

“Alhamdulillah, SDN Taman dapat mengikutkan tujuh siswa dan ini merupakan pengalaman pertama bagi kami,” ujar Ustadz Basit.

Ia berharap, pada periode selanjutnya jumlah siswa yang diikutsertakan dapat meningkat. Namun demikian, ia menekankan pentingnya dukungan dan keterlibatan orang tua sebagai motivasi utama bagi peserta didik.

“Metode Tartila dan Tahfizh memiliki waktu pembelajaran khusus. Karena itu, peran orang tua sangat diharapkan untuk mendampingi anak-anak di rumah dengan menjaga dan mengulang materi yang telah diberikan ustadz dan ustadzah,” jelasnya.

Sementara itu, Suhartini, salah satu wali murid SDN Taman, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian para siswa. Ia menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari kegigihan para pengajar TPQ.

“Ini pencapaian yang luar biasa. Kami sebagai orang tua ikut senang dan bahagia, terlebih anak saya, Fara, bisa mengikuti wisuda ini,” tuturnya.

Baca Juga:
Penghentian Kasus Rangkap Jabatan di Probolinggo Dipersoalkan, Laskar Advokasi Siliwangi Adu ke Jaksa Agung

Ia berharap program pendidikan Al-Qur’an melalui metode Tartila dan Tahfizh dapat terus berlanjut dan dikembangkan. Menurutnya, program tersebut sangat penting dalam membekali anak-anak kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sejak dini.