SLEMAN — Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) kembali menjalankan program padat karya pada tahun 2026 dengan total anggaran sebesar Rp 19 miliar. Program ini diproyeksikan dilaksanakan di 144 paket atau lokasi.
Sekretaris Disnaker Sleman, Siti Istiqomah Tjatur Sulistijaningtyas, mengatakan sebagian besar pendanaan program padat karya tersebut bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) DIY, yakni sebanyak 110 paket yang dibagi dalam dua tahap.
“Pada tahap pertama ada 42 lokasi dengan alokasi anggaran Rp 198,5 juta per paket, dan tahap kedua 68 lokasi dengan anggaran Rp 98,5 juta per paket,” ujar Siti dalam jumpa pers di Ruang Nakula Disnaker Sleman, Jumat (5/2/2026).
Selain itu, terdapat 32 paket padat karya yang bersumber dari pokok pikiran (pokir) DPRD Sleman. Paket tersebut juga terbagi dalam dua tahap, yakni enam lokasi pada tahap pertama dengan anggaran Rp 198,5 juta dan 26 lokasi pada tahap kedua dengan anggaran Rp 98,5 juta.
Sementara itu, dua paket lainnya bersumber dari APBD murni Kabupaten Sleman dengan total anggaran Rp 160 juta.
Pelaksanaan program padat karya direncanakan berlangsung sepanjang tahun 2026. Pada Januari hingga Maret, kegiatan akan dilaksanakan di 31 lokasi yang didanai APBD Sleman dan pokir DPRD. Selanjutnya, pada April hingga Juni dilaksanakan di 38 lokasi dengan sumber dana BKK DIY dan pokir DPRD.
“Kemudian periode Juli sampai September serta Oktober hingga Desember seluruhnya bersumber dari BKK DIY,” jelas Siti.
Ia menambahkan, terdapat enam jenis pekerjaan dalam program padat karya ini, antara lain pembangunan cor blok jalan, talud, saluran irigasi, saluran drainase, sumur resapan, serta pembuatan atau perbaikan gorong-gorong.
Menurut Siti, pekerjaan padat karya difokuskan pada pembangunan infrastruktur yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, sekaligus bertujuan menyerap tenaga kerja sementara, terutama pada musim sepi kerja.
Program ini menyasar tiga kelompok masyarakat, yakni penganggur, setengah penganggur, dan masyarakat miskin. Melalui padat karya, pemerintah berharap dapat membantu meningkatkan perekonomian warga.
“Kami harapkan warga yang benar-benar membutuhkan dapat memanfaatkan program ini. Bagi warga yang mampu, sebaiknya tidak mendaftar agar kesempatan kerja bisa diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. (Brd)











