Portal DIY

Ukuran Pendidikan Jesuit Pelayanan bagi Kemanusiaan

Portal Indonesia
×

Ukuran Pendidikan Jesuit Pelayanan bagi Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini

 

​YOGYAKARTA— Ukuran sejati dari pendidikan Jesuit tidak diukur dari gelar ataupun prestasi akademik semata, melainkan dari sejauh mana para alumninya menggunakan pengetahuan dan kepemimpinan mereka menjaga martabat manusia, membangun rekonsiliasi, serta menghadirkan kehidupan yang lebih adil.

​Hal tersebut ditegaskan oleh Pater Jenderal Serikat Jesus, Arturo Sosa, S.J., saat menyampaikan pidatonya dalam Kongres XI World Union of Jesuit Alumni (WUJA) yang digelar di Auditorium Driyarkara Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta,  Kamis (30/7/2026).

​”Ukuran sejati pendidikan Jesuit adalah bagaimana para alumninya menggunakan pengetahuan, pengalaman, dan kepemimpinan mereka untuk menjaga martabat manusia, membangun rekonsiliasi, serta menghadirkan kehidupan yang lebih adil dan selaras bagi semua,” tegas Pater Arturo mengutip deklarasi mendiang Pater Peter-Hans Kolvenbach, S.J.

​Pater Arturo mengingatkan bahwa dunia saat ini sedang berhadapan dengan krisis yang saling berkaitan, mulai dari konflik bersenjata, perubahan iklim, disrupsi kecerdasan buatan (artificial intelligence), hingga polarisasi sosial yang kian tajam.

Menurutnya, tantangan kompleks ini tidak bisa diselesaikan hanya melalui kemajuan teknologi atau kekuatan ekonomi, melainkan butuh sosok pemimpin yang berani membangun dialog dan mengedepankan martabat manusia.

​Pesan tersebut berpadu selaras dengan selayang pandang Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang turut membuka kongres  tersebut.

Mengangkat falsafah Jawa Hamemayu Hayuning Bawana, Sultan menekankan pentingnya keheningan dan refleksi diri bagi seorang pemimpin untuk menjaga harmoni kehidupan.

​”Sebelum memperbaiki dunia, manusia perlu berani memeriksa caranya memandang dunia,” tutur Sultan di hadapan para peserta.

​Kedua tokoh tersebut menyimpulkan benang merah yang sama: kepemimpinan sejati tidak lahir dari dominasi ataupun kekuasaan, melainkan dari kebijaksanaan, kerendahan hati, dan keberanian untuk melayani sesama.

Baca Juga:
Anggito Abimanyu: FinFest 2026 Upaya LPS Genjot Literasi Keuangan di DIY

​Indonesia Tuan Rumah Pertama di Asia

​Kongres XI WUJA yang berlangsung hingga 2 Agustus 2026 ini mengusung tema “United in Spirit, Leading with Purpose”. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 1.000 delegasi alumni pendidikan Jesuit yang datang dari 30 negara, melintasi batas budaya, profesi, dan generasi.

​Penyelenggaraan tahun ini mencatatkan sejarah baru. Indonesia resmi menjadi negara Asia pertama yang dipercaya menjadi tuan rumah Kongres World Union of Jesuit Alumni sejak organisasi internasional tersebut didirikan 70 tahun yang lalu.

​Melalui perhelatan bersejarah ini, para alumni Jesuit di seluruh dunia diharapkan dapat memperkuat kolaborasi lintas negara demi menjawab tantangan global berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan, kepemimpinan, dan pelayanan (bams)