Portal Jatim

Uskup Surabaya : Animator Laudato Si’ Harus Segera Bertindak dari Hal Kecil

Portal Indonesia
×

Uskup Surabaya : Animator Laudato Si’ Harus Segera Bertindak dari Hal Kecil

Sebarkan artikel ini

 

​MOJOKERTO – Uskup Keuskupan Surabaya Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo menegaskan pentingnya gerakan nyata dalam menjaga lingkungan hidup. Hal ini disampaikan di hadapan 101 peserta Retret Laudato Si’ bertema “Merawat Ibu Bumi dengan Semangat Laudato Si’” yang berlangsung di Rumah Retret Dharmaningsih, Claket, Mojokerto, pada 7-8 Februari 2026.

​Dalam kunjungannya, Bapa Uskup yang akrab disapa Mgr. Didik ini mengenang kembali momen tahbisannya pada Januari 2025 lalu. Ia menyebut para relawan kebersihan yang mengawal rangkaian acaranya sebagai “Animator Laudato Si’” yang ditahbiskan bersama dirinya untuk misi ekologis. ​”Mulailah segera dan mulailah apa adanya di basis masing-masing. Keselamatan lingkungan adalah wujud cinta kita kepada sesama ciptaan,” ujar Mgr. Didik.

​Komitmen Strategis

Sebagai wujud nyata komitmen ekologis, Mgr. Didik mengungkapkan rencana besar Keuskupan Surabaya untuk mengembangkan Laudato Si’ Center seluas 10 hektare. Fasilitas ini nantinya akan difokuskan pada konservasi tanaman langka. ​Selain itu, Keuskupan Surabaya juga tengah menyiapkan Surat Gembala Khusus terkait pembumian Ensiklik Laudato Si’ (ajaran Paus Fransiskus tentang lingkungan) di tengah umat.​Yubileum Laudato Si’: Perayaan khusus dalam rangka 800 tahun Santo Fransiskus Asisi yang akan berlangsung mulai 10 Januari 2026 hingga Januari 2027.

​Pelatihan Animator

Ketua Panitia, Sr. Sisilia, SSpS, menjelaskan pelatihan ini diikuti oleh utusan dari 24 paroki, tarekat, sekolah, hingga Yayasan Katolik. Peserta datang dari berbagai daerah seperti Lasem, Surabaya, hingga Blitar, termasuk puluhan Orang Muda Katolik (OMK).

​Selama dua hari, peserta dibekali materi kritis oleh Ketua Tim Kerja Nasional Gerakan Laudato Si’ Indonesia (GLSI), Cyprianus Lilik Krismantoro Putro. Materi meliputi pemahaman krisis batas planeter bumi hingga konsep Doughnut Economics sebagai solusi pertobatan ekologis.

Baca Juga:
Divisi Hukum YPP Al Kholiqi Tegaskan Tak Ada Aliran Dana dalam Kasus Rehabilitasi Tiga Pengguna Pil Double L

​Inisiator kegiatan sekaligus Ketua PSE Keuskupan Surabaya, Rm. Markus Marcelinus Hardo Iswanto, CM, berharap para alumni retret ini menjadi penggerak utama di paroki masing-masing. “Kami ingin pegiat kemanusiaan dan keadilan bersinergi dalam satu reksa pastoral yang utuh,” harapnya.

​Dukungan Nasional

Apresiasi juga datang dari Sekretaris Eksekutif Komisi Keadilan dan Perdamaian KWI, Romo Marthen Jenarut, Pr. Melalui pesan video, ia menekankan bahwa krisis ekologis adalah krisis kemanusiaan.

​”Upaya ini tidak boleh berhenti pada aksi tanam pohon saja, tapi harus menyentuh prinsip keadilan sosial dan mengubah cara hidup kita terhadap alam,” tegas Romo Marthen.

​Kegiatan di Mojokerto ini merupakan bagian dari rangkaian nasional menyambut 10 tahun Ensiklik Laudato Si’ yang telah dimulai sejak pertemuan di Sentul pada 2025 lalu, dan akan berlanjut ke Jakarta pada April 2026 mendatang. (*/bams)