Portal DIY

Waspada Cuaca Ekstrem di Yogyakarta, BMKG Pantau Bibit Siklon 90S di Selatan Jawa

Portal Indonesia
×

Waspada Cuaca Ekstrem di Yogyakarta, BMKG Pantau Bibit Siklon 90S di Selatan Jawa

Sebarkan artikel ini

 

​YOGYAKARTA – Masyarakat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama tiga hari ke depan, 4 hingga 6 Maret 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi adanya gangguan atmosfer yang memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan.

​Plh. Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Sandy Purba Almubarak menjelaskan pemicu utama kondisi ini adalah munculnya Bibit Siklon “90S” di Samudra Hindia sebelah selatan Pulau Jawa. “Adanya Bibit Siklon 90S menyebabkan terbentuknya konvergensi atau titik temu massa udara dan belokan angin di sepanjang Pulau Jawa, termasuk DIY,” ujar Sandy dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/3/2026).

​Selain faktor bibit siklon, suhu muka laut di Laut Jawa dan Samudra Hindia saat ini terpantau cukup hangat berkisar antara 26 – 29°C. Kondisi ini meningkatkan suplai uap air ke atmosfer, didukung oleh kelembapan udara yang mencapai 95 persen pada ketinggian 1,0 – 3,0 km.

​Peta Potensi Hujan

​BMKG merinci wilayah-wilayah yang diprediksi terdampak hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sebagai berikut:
​Rabu, 4 Maret 2026: Potensi hujan sedang-lebat di wilayah Sleman, Kulon Progo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara.
​Kamis, 5 Maret 2026: Potensi hujan sedang-lebat bergeser ke wilayah Kulon Progo, Gunungkidul bagian selatan, dan Bantul bagian selatan.
​Jumat, 6 Maret 2026: Potensi hujan ringan-sedang di Sleman bagian utara, Kulon Progo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara.

​Gelombang Tinggi

​Tak hanya hujan lebat, BMKG juga memberikan peringatan dini bagi masyarakat di pesisir selatan Yogyakarta. Tinggi gelombang laut di Samudra Hindia Selatan Jawa diperkirakan mencapai 2.5 hingga 4.0 meter, yang masuk dalam kategori Tinggi.

​Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap dampak cuaca ekstrem seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang akibat angin kencang atau kilat/petir.

Baca Juga:
Hasto Kristiyanto Tekankan Politik sebagai Strategi Kebudayaan

​”Kami meminta warga untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG dan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti BPBD atau FPRB setempat,” pungkas Sandy (bams)