Portal DIY

Y. Sasongko Iswandaru Pimpin PUKAT DIY Periode 2026-2030, Fokus Perkuat Pendidikan Katolik

Portal Indonesia
×

Y. Sasongko Iswandaru Pimpin PUKAT DIY Periode 2026-2030, Fokus Perkuat Pendidikan Katolik

Sebarkan artikel ini
Pengurus PUKAT DIY yang baru saja dilantik (Portal Indonesia/Bambang S)

​YOGYAKARTA – Ketua Umum Profesional dan Usahawan Katolik (PUKAT) DIY periode 2026-2030, Yuvensius Sasongko Iswandaru, menegaskan bahwa kepengurusan baru PUKAT DIY akan memprioritaskan penguatan pendidikan Katolik, pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta pelayanan sosial kemasyarakatan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

​Hal tersebut disampaikan Sasongko usai dilantik sebagai Ketua Umum PUKAT DIY periode 2026-2030 dalam Perayaan Ekaristi dan Pelantikan Pengurus PUKAT DIY di Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Pugeran, Yogyakarta, Jumat (26/6/2026).

​Misa pelantikan dipimpin oleh Vikaris Episkopal (Vikep) Kategorial Kas, Romo Yohanes Dwi Harsanto, Pr., didampingi oleh Vikep Yogyakarta Timur, Romo Andrianus Maradiyo, Pr., Vikep Yogyakarta Barat, Romo A.R. Yudono Suwondo, Pr., Romo Moderator PUKAT DIY, Romo Yohanes Sigit Heryanto, Pr., serta Romo Paroki HKTY Pugeran, Romo F.X. Sukendar Wignyosumarta, Pr.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Pengurus PUKAT Nasional, pengurus PUKAT Keuskupan Agung Semarang (KAS), tokoh Gereja Katolik, serta para profesional dan usahawan Katolik di DIY.

Bagi Sasongko, kepercayaan memimpin kepengurusan baru ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus panggilan untuk melayani. Ia berharap pelayanan yang dilakukan dengan hati yang gembira dapat menjadi berkat bagi banyak orang.

Menurut Sasongko, salah satu keprihatinan bersama yang perlu mendapat perhatian serius saat ini adalah kondisi sejumlah sekolah Katolik yang menghadapi tantangan keberlangsungan.

​”Ini bukan sekadar persoalan jumlah siswa, tetapi sudah menyentuh masa depan pendidikan karakter dan pelayanan Gereja. Karena itu, salah satu fokus pelayanan PUKAT DIY adalah mendukung sekolah-sekolah Katolik agar kembali menjadi pilihan utama masyarakat,” ujarnya.

​Ia menilai, sekolah Katolik perlu terus berinovasi agar mampu menjawab kebutuhan zaman. Selain mempertahankan pendidikan karakter sebagai ciri khas, sekolah Katolik juga perlu memperkuat pemanfaatan teknologi, pengembangan bakat, olahraga, serta berbagai kompetensi yang dibutuhkan generasi masa depan.

Baca Juga:
Gubernur Akmil Pimpin Upacara Peringatan ke-77 Pertempuran Plataran

​”Kalau sekolah Katolik ingin kembali menjadi pilihan, maka harus ada nilai tambah. Karakter tetap menjadi fondasi, tetapi juga harus didukung teknologi, pengembangan bakat, olahraga, dan kompetensi masa depan,” tambahnya.

​Selain bidang pendidikan, PUKAT DIY juga berkomitmen memperkuat program pemberdayaan UMKM melalui berbagai pelatihan dan pendampingan. Program tersebut akan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Keuskupan Agung Semarang dan lembaga-lembaga terkait.

​Sebagai bagian dari upaya pemetaan kondisi pendidikan Katolik, Sasongko mengungkapkan bahwa pihaknya telah melibatkan para mahasiswa untuk melakukan observasi langsung ke sekolah-sekolah Katolik. Para mahasiswa tersebut melakukan wawancara dan pendokumentasian kondisi sekolah, guru, siswa, serta masyarakat sekitar.

​”Kami mencoba memotret kondisi riil sekolah-sekolah Katolik. Hasil observasi dan dokumentasi tersebut kemudian disusun menjadi bahan evaluasi untuk melihat apakah sekolah-sekolah itu masih berkembang, bertahan, atau justru menghadapi ancaman penurunan,” jelasnya.

​Sementara itu, Ketua Umum PUKAT Nasional, Julius Yunus Tedjo, menyampaikan bahwa PUKAT merupakan wadah bagi para profesional dan usahawan Katolik untuk mewujudkan nilai-nilai Injil melalui dunia profesi, usaha, dan pelayanan sosial kemasyarakatan.

Menurutnya, PUKAT perlu terus memperkuat program pemberdayaan masyarakat, termasuk pengembangan UMKM, melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

​Ketua PUKAT Keuskupan Agung Semarang, R.Y. Kristian Hadiyanto, turut menilai bahwa Yogyakarta memiliki potensi besar sebagai kota pendidikan dan pusat pengembangan sumber daya manusia. Oleh karena itu, program-program pemberdayaan dan pendidikan sangat relevan untuk terus dikembangkan.

​Harapan senada disampaikan oleh Vikaris Episkopal Kategorial Keuskupan Agung Semarang, Romo Yohanes Dwi Harsanto, Pr. Ia berharap PUKAT DIY dapat memperluas keterlibatan berbagai kalangan profesional, mulai dari guru, dokter, pelaku usaha, eksekutif, hingga profesi lainnya.

​Menurut Romo Dwi Harsanto, para profesional dan usahawan Katolik memiliki modal besar yang tidak hanya berupa materi, tetapi juga jaringan, keterampilan, kreativitas, dan pengalaman yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:
Danlanal Cirebon Pimpin Aksi Bersih Pantai Kejawanan, Tindak Lanjut Instruksi Presiden

​”Modal itu bukan hanya uang, tetapi juga relasi, keterampilan, kreativitas, dan kemampuan profesional yang dimiliki untuk melayani sesama,” kata Romo Dwi Harsanto.

​Sasongko menambahkan, tantangan Yogyakarta sebagai kota pendidikan, budaya, dan pariwisata membutuhkan kreativitas, inovasi, serta semangat pelayanan yang tinggi. PUKAT DIY akan mendorong seluruh anggotanya untuk memanfaatkan jejaring, kompetensi, dan pengalaman yang dimiliki demi menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

​Dengan kepengurusan baru periode 2026-2030 ini, PUKAT DIY diharapkan dapat semakin memperkuat perannya sebagai wadah para profesional dan usahawan Katolik dalam bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi, serta pelayanan sosial kemasyarakatan di wilayah DIY. (bams)