Portal Jatim

YPP Al Kholiqi Perkuat Peran Rehabilitasi, Dorong Nyata Program Jatim Bersinar

Redaksi
×

YPP Al Kholiqi Perkuat Peran Rehabilitasi, Dorong Nyata Program Jatim Bersinar

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO – Yayasan Pondok Pesantren (YPP) Al Kholiqi yang bergerak di bidang rehabilitasi sosial pecandu narkoba menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan program Asta Cita Presiden RI, khususnya mewujudkan Jawa Timur Bersih Narkoba (Jatim Bersinar).

Pimpinan YPP Al Kholiqi, H. Abdul Kholiq, menyampaikan bahwa upaya pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi kuat antara pemerintah pusat, daerah, masyarakat, serta lembaga rehabilitasi melalui program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Ia menekankan, gerakan Jatim Bersinar harus diwujudkan dalam langkah konkret, bukan sekadar simbol atau slogan semata. Implementasi program dinilai penting untuk menjangkau hingga level desa sebagai lini terdepan.

Mengacu pada peluncuran program di Balai Pemuda Surabaya pada Februari 2026, Abdul Kholiq mengutip pernyataan Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, yang menegaskan pentingnya peran desa dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkotika.

“Status Desa Bersinar tidak cukup hanya formalitas. Yang utama adalah edukasi dan literasi masyarakat agar benar-benar memahami bahaya narkotika,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Saat ini, sebanyak 265 Desa Bersinar telah terbentuk di Jawa Timur. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 600 desa sebagai bagian dari strategi memperluas jangkauan pencegahan.

Menurut Abdul Kholiq, tantangan penanganan narkotika kian kompleks seiring berkembangnya berbagai modus penyalahgunaan. Ia menyebut, peredaran narkotika kini tidak lagi konvensional, melainkan telah menyusup melalui berbagai media, seperti makanan, rokok elektrik, hingga munculnya ratusan jenis zat baru.

Situasi ini, kata dia, menuntut kewaspadaan tinggi dan sinergi berkelanjutan lintas sektor. Bahkan, ia mengingatkan bahwa Indonesia berpotensi tidak hanya menjadi jalur transit, tetapi juga lokasi produksi narkotika.

Baca Juga:
Polresta Sidoarjo Ungkap 65 Kasus Narkoba, Amankan 76 Tersangka dan Barang Bukti Senilai Rp 2,8 Miliar

Karena itu, langkah pencegahan, penegakan hukum, rehabilitasi, hingga mitigasi harus dijalankan secara terintegrasi dan berkelanjutan.

“Menuju Indonesia Emas 2045, generasi muda harus diselamatkan. Mereka adalah aset utama bangsa di masa depan,” tegasnya.

Dalam mendukung agenda tersebut, YPP Al Kholiqi terus memperluas layanan rehabilitasi berbasis masyarakat dengan pendekatan keagamaan. Program yang dijalankan meliputi terapi spiritual, konseling psikososial, pembinaan keagamaan, hingga pelatihan keterampilan kerja.

Pendekatan ini diharapkan mampu membantu para residen untuk kembali hidup mandiri, produktif, serta berkontribusi positif di tengah masyarakat. Abdul Kholiq menegaskan bahwa rehabilitasi merupakan proses pemulihan, bukan bentuk hukuman.

Dari sisi kelembagaan, YPP Al Kholiqi telah mengantongi izin operasional dari Dinas Sosial. Selain itu, kerja sama strategis dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) terus diperkuat melalui perjanjian yang diperbarui setiap tahun.

“Ini menjadi bukti bahwa program kami selaras dengan kebijakan nasional dalam penanggulangan narkotika,” jelasnya.

Ia menutup dengan menegaskan kesiapan lembaganya untuk terus berkontribusi melalui layanan rehabilitasi yang profesional, terintegrasi, dan berbasis nilai keagamaan.

“Dengan dukungan regulasi yang kuat serta kolaborasi semua pihak, kami optimistis mampu menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkoba,” pungkasnya.