Berita Daerah

Kepala Suku Besar Kamoro Kecam Kekerasan di Yahukimo

Portal Indonesia
×

Kepala Suku Besar Kamoro Kecam Kekerasan di Yahukimo

Sebarkan artikel ini
Kepala Suku Besar Kamoro Kabupaten Mimika, Timotius Samin (Ist)

​TIMIKA – Kepala Suku Besar Kamoro Kabupaten Mimika, Timotius Samin menyatakan duka mendalam sekaligus kecaman keras atas rentetan aksi kekerasan yang melanda Kabupaten Yahukimo baru-baru ini. Tragedi yang merenggut nyawa tenaga pendidik (guru) dan pegawai pemerintah tersebut dinilai sebagai pukulan telak bagi kemanusiaan di Tanah Papua.

​Dalam keterangannya pada Senin (9/2/2026), Timotius menyoroti serangan terhadap guru adalah tindakan yang sangat keji, mengingat peran mereka yang sangat vital dalam mencerdaskan anak-anak di wilayah pedalaman.

​Tragedi bagi Dunia Pendidikan

​Timotius menegaskan kekerasan terhadap warga sipil, terutama mereka yang mengabdi di sektor pelayanan publik, tidak dapat ditoleransi dengan alasan apa pun.

​”Mereka datang untuk mengabdi dan membangun masa depan anak-anak kita, namun justru menjadi sasaran oknum tidak bertanggung jawab,” katanya.

Menurutnya ini bukan hanya serangan terhadap individu, tetapi serangan terhadap dunia pendidikan dan masa depan generasi muda Papua.

​Ia menilai, hilangnya rasa aman bagi tenaga pendidik akan berdampak panjang pada kualitas SDM di Papua jika tidak segera ditangani secara serius.

​Dukung Tindakan Tegas

​Menyikapi situasi tersebut, Kepala Suku Besar Kamoro ini menyatakan dukungan penuh kepada aparat keamanan untuk mengusut tuntas kasus ini. Ia meminta penegakan hukum dilakukan secara adil, tegas, dan terukur agar memberikan efek jera bagi para pelaku.

​”Kami mendukung penuh aparat keamanan untuk menindak tegas para pelaku sesuai hukum yang berlaku. Tidak boleh ada toleransi terhadap aksi kekerasan yang menghilangkan nyawa orang lain,” tegasnya.

​Ajakan Menjaga Kedamaian

​Di tengah situasi yang memanas, Timotius mengimbau seluruh elemen masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tervalidasi. Menurutnya, stabilitas keamanan adalah kunci agar pelayanan pemerintahan dan pendidikan dapat terus berjalan demi kepentingan masyarakat luas. ​”Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kedamaian. Papua harus dibangun dengan hati yang damai, bukan dengan kekerasan,” tambahnya.

​Timotius Samin memanjatkan doa bagi para korban agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. (*/bams)