Berita

MBG Ramadan di Mamuju Tuai Kritik, Menu Siswa Dinilai Belum Penuhi Standar Gizi

Redaksi
×

MBG Ramadan di Mamuju Tuai Kritik, Menu Siswa Dinilai Belum Penuhi Standar Gizi

Sebarkan artikel ini
Paket MBG yang diterima siswa di Mamuju pada hari pertama Ramadan, berisi buah, roti, dan telur, menjadi sorotan warganet.

MAMUJU — Pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada hari pertama Ramadan di Kabupaten Mamuju menuai perhatian publik. Sorotan muncul setelah sejumlah foto paket makanan yang diterima siswa beredar luas di media sosial.

Program yang dirancang untuk menunjang kebutuhan gizi anak sekolah tersebut justru dipertanyakan kelayakannya. Sejumlah warga mengunggah isi paket yang diterima siswa, yang dinilai belum mencerminkan komposisi gizi seimbang.

Di salah satu sekolah, siswa dilaporkan hanya menerima tiga buah rambutan, sepotong roti, dan satu butir telur. Sementara di sekolah lainnya, paket yang dibagikan disebut berisi satu plastik kecil abon, satu buah salak, serta satu butir telur.

Perbedaan isi paket antar sekolah turut memicu tanda tanya. Orang tua dan masyarakat menilai menu tersebut belum mencukupi kebutuhan nutrisi anak, terlebih pada momentum Ramadan yang menuntut kondisi fisik tetap prima.

“Ini sangat miris. Anak-anak butuh asupan gizi seimbang, bukan sekadar makanan seadanya,” ujar seorang wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Secara konseptual, program MBG bertujuan membantu pemenuhan gizi siswa agar tetap sehat dan mampu mengikuti kegiatan belajar dengan optimal. Idealnya, menu yang diberikan mengandung unsur karbohidrat, protein, vitamin, serta mineral dalam takaran proporsional.

Namun, paket makanan yang beredar dinilai belum menunjukkan komposisi tersebut secara utuh. Kondisi ini memunculkan desakan agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar menu dan mekanisme distribusinya.

Hingga laporan ini disusun, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai acuan gizi yang digunakan maupun alasan perbedaan isi paket di sejumlah sekolah.

Publik kini menanti langkah konkret pemerintah daerah untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai tujuan awal. Transparansi pengelolaan dan pengawasan ketat dinilai penting agar upaya peningkatan gizi anak tidak berhenti sebatas wacana.

Baca Juga:
Ratusan Atlet MF Taekwondo Gelar Latihan Bersama di Pelataran Kantor Gubernur Sulbar

Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dan tanggapan resmi dari pihak berwenang terkait polemik ini.