Portal Jatim

Malam ke-15 Ramadan, Seruan Taubat Mengalun di Masjid “Ka’bah” Kanwil Kemenag Sulbar

Redaksi
×

Malam ke-15 Ramadan, Seruan Taubat Mengalun di Masjid “Ka’bah” Kanwil Kemenag Sulbar

Sebarkan artikel ini

MAMUJU — Suasana malam ke-15 Ramadan di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Barat berlangsung penuh kekhusyukan. Kegiatan ibadah yang dipusatkan di masjid kantor wilayah yang dikenal dengan arsitekturnya menyerupai Ka’bah diisi tausiyah yang sarat pesan pertobatan dan pengampunan, Rabu (4/3/2026).

Pada kesempatan tersebut, Kamaruddin menyampaikan pentingnya memperbanyak istigfar sebagai jalan membersihkan diri dari dosa. Ia mengajak seluruh jamaah untuk tidak larut dalam keputusasaan atas kesalahan masa lalu.

“Perbanyaklah istigfar, obatnya dosa adalah istigfar. Jangan khawatir banyak dosa, Allah SWT Maha Pengampun,” ujarnya di hadapan para aparatur sipil negara dan jamaah yang hadir.

Menurutnya, konsistensi dalam berbuat salah, meski tampak kecil, dapat berujung pada dosa besar. Sebaliknya, dosa besar pun dapat terhapus apabila diiringi taubat yang sungguh-sungguh.

“Tidak ada dosa kecil jika selalu dilakukan, namun tidak ada pula dosa besar jika diiringi istigfar,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa Allah SWT membuka pintu ampunan seluas-luasnya bagi hamba yang mau kembali ke jalan-Nya. Pertobatan, kata dia, bukan hanya bentuk penyesalan, tetapi juga komitmen untuk memperbaiki diri.

“Insya Allah kalau kita bertobat akan diampuni oleh Allah SWT. Allah itu sangat mencintai hamba-Nya yang bertobat, sesungguhnya Allah Maha Pengampun,” jelasnya.

Kamaruddin juga mengingatkan perbedaan antara dosa kepada Allah dan kesalahan terhadap sesama manusia. Ia menegaskan, pelanggaran yang menyangkut hak orang lain tidak cukup diselesaikan dengan doa semata.

“Dosa kepada sesama manusia, kita harus mendatangi orang tersebut untuk menyampaikan permohonan maaf, bukan hanya meminta maaf kepada Allah SWT,” tandasnya.

Menjelang akhir tausiyah, suasana masjid terasa hening. Pesan penutup yang ia sampaikan menggugah kesadaran jamaah untuk lebih berhati-hati dalam menjaga hubungan sosial.

Baca Juga:
PELATARAN Tetap Berjalan di Bulan Ramadan, Kantah Kota Pasuruan Jamin Layanan Pertanahan Tanpa Hambatan

“Barangsiapa yang tidak memaafkan sesama manusia maka dia akan terus dimakan api. Kita berharap kehadiran Ramadan ini bisa menghapuskan dosa-dosa kita. Janganlah engkau khawatir dengan amalmu yang pas-pasan, tetapi khawatirlah jika ada satu amal yang tidak dimaafkan,” pungkasnya.

Momentum Ramadan ini diharapkan menjadi ruang refleksi bagi seluruh ASN dan masyarakat. Selain memperbanyak amal ibadah, bulan suci juga menjadi kesempatan mempererat silaturahmi dan membersihkan hati, demi meraih ampunan serta keberkahan.