PURWOKERTO – Ribuan warga memadati Pasar Murah Inflasi Banyumas (SARAHSIMAS) yang digelar di Balai Kelurahan Karangpucung, Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Kamis (5/3/2026). Program ini menyediakan paket sembako dengan harga terjangkau untuk meringankan beban masyarakat.
Berdasarkan data dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Banyumas, sebanyak 1.035 warga menukarkan kupon senilai Rp10 ribu untuk mendapatkan paket berisi beras 3 kilogram, gula pasir 1 kilogram, dan minyak goreng 1 liter.
Pasar murah ini digelar sebagai upaya pemerintah daerah menekan laju inflasi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi di Purwokerto pada Februari 2026 tercatat 0,78 persen secara bulanan dan 4,14 persen secara tahunan, dengan tekanan terutama berasal dari kenaikan harga cabai, bawang merah, telur, dan daging ayam.
Abdullah Arif Budiman, anggota Komisi III DPRD Banyumas, mengapresiasi kegiatan ini. “Kegiatan pasar murah atau tebus sembako murah di Aula Kelurahan Karangpucung ini merupakan bagian dari perwujudan pokok-pokok pikiran kami anggota DPRD Banyumas Fraksi Partai Demokrat. Harapan saya, ini bisa cukup membantu masyarakat, terutama menjelang Lebaran di mana harga-harga mulai merangkak naik. Mudah-mudahan di kesempatan berikutnya kegiatan pasar murah ini dapat dilaksanakan kembali dengan tingkat efisiensi yang lebih baik,” ujarnya.
Seorang warga Proliman Karangpucung, Tuminah, mengatakan paket sembako seharga Rp10 ribu sangat membantu. “Ini sangat membantu dan murah, sudah dapat beras, gula, dan minyak goreng,” kata Tuminah.
Program SARAHSIMAS di Purwokerto merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga stabilitas harga pangan dan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan biaya ringan, terutama menjelang momen Lebaran. (trs)











