SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama BAZNAS dan Yayasan Siantar Top Peduli menggelar kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah dengan memberikan santunan kepada 1.000 anak yatim yang berasal dari puluhan panti asuhan di wilayah Kabupaten Sidoarjo.
Kegiatan sosial tersebut berlangsung di Pendopo Delta Wibawa pada Minggu (15/3) dan dirangkai dengan agenda buka puasa bersama.
Program ini merupakan bentuk kolaborasi antara Pemkab Sidoarjo melalui BAZNAS Sidoarjo, BAZNAS Jawa Timur, serta Yayasan Siantar Top Peduli dalam upaya memberikan perhatian dan dukungan kepada anak-anak yatim.
Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sidoarjo H. Subandi. Turut mendampingi Wakil Ketua I BAZNAS Jawa Timur KH. Masnuh, Ketua BAZNAS Sidoarjo M. Chasbil Aziz Salju Sodar, serta Ketua Yayasan Siantar Top Peduli Niluh Kusuma Dewi.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo H. Mufi Imron Rosyadi.
Dalam sambutannya, Bupati Subandi menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan kesejahteraan anak-anak yatim. Menurutnya, mereka merupakan bagian dari generasi penerus bangsa yang perlu mendapatkan perhatian bersama.
“Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan terus memberikan perhatian bagi anak-anak yatim melalui kerja sama dengan BAZNAS Sidoarjo dan PT Siantar Top,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat serta berbagai pihak untuk meningkatkan kepedulian terhadap anak-anak yatim di lingkungan sekitar. Dengan dukungan bersama, ia berharap kebutuhan hidup serta pendidikan mereka dapat terpenuhi dengan baik.
Subandi menambahkan bahwa Pemkab Sidoarjo telah menunjukkan komitmennya melalui berbagai program, salah satunya pemberian beasiswa bagi anak-anak yatim di wilayah tersebut.
“InsyaAllah pemerintah daerah selalu memberikan beasiswa kepada anak-anak yatim yang ada di Kabupaten Sidoarjo,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Subandi juga berpesan kepada para pengurus panti asuhan agar memperhatikan pola asuh dan kedisiplinan anak-anak yang diasuh.
Menurutnya, pembinaan karakter sangat penting agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab.
“Saya titip anak-anaknya. Kalau waktunya mengaji harus mengaji, kalau waktunya belajar diingatkan belajar. Jangan sampai anak-anak yang tidak punya orang tua ini pendidikannya tertinggal gara-gara HP,” pesannya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Sidoarjo M. Chasbil Aziz Salju Sodar menjelaskan bahwa kegiatan santunan kepada 1.000 anak yatim tersebut telah berlangsung selama empat tahun terakhir melalui kerja sama dengan Yayasan Siantar Top Peduli.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus berlanjut dan dikembangkan dalam berbagai program sosial lainnya, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan anak-anak yatim.
Di sisi lain, Wakil Ketua I BAZNAS Jawa Timur KH. Masnuh memberikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kepada BAZNAS daerah.
Menurutnya, BAZNAS Sidoarjo termasuk salah satu lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah yang aktif dalam menjalankan program-program sosial di Jawa Timur.
Ketua Yayasan Siantar Top Peduli Niluh Kusuma Dewi juga berharap santunan yang diberikan dapat membawa kebahagiaan bagi anak-anak yatim sekaligus memberikan manfaat nyata bagi kehidupan mereka.
Ia pun berharap kegiatan sosial tersebut dapat menginspirasi perusahaan lain untuk ikut berbagi serta meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.











