Portal Jatim

Tragis di Baluran, Penggembala Hilang 12 Hari, Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

Redaksi
×

Tragis di Baluran, Penggembala Hilang 12 Hari, Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

Sebarkan artikel ini

SITUBONDO — Kasus hilangnya seorang penggembala di kawasan hutan Taman Nasional (TN) Baluran akhirnya terungkap dengan kabar duka. Suwardi (68), warga Dusun Sidomulyo, Desa Sumberwaru, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Kamis (16/4/2026).

Kondisi jasad korban saat ditemukan sangat memprihatinkan. Tubuhnya telah menjadi tulang belulang dan tidak lagi utuh.

Jenazah ditemukan sekitar pukul 15.00 WIB di Blok Curah Bedi, dengan jarak kurang lebih 6 kilometer dari lokasi terakhir korban diketahui.

Penemuan tersebut bermula saat dua pencari madu, Harianto dan Yuli, menyisir kawasan hutan. Di tengah perjalanan, keduanya mencium bau menyengat yang mencurigakan.

Setelah dilakukan penelusuran, mereka menemukan sebuah tas hitam serta bagian tulang yang masih terbungkus sepatu. Temuan itu kemudian direkam dan dilaporkan kepada pihak keluarga korban.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Situbondo, Polsek Banyuputih, petugas TN Baluran, Koramil, Tagana, serta warga setempat langsung bergerak menuju lokasi pada titik koordinat -7.776581, 114.342984.

Proses evakuasi dilakukan menggunakan ambulans Puskesmas Banyuputih, sebelum jenazah dibawa ke RS Asembagus untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sekitar pukul 19.00 WIB, Tim Inavis Polres Situbondo melakukan identifikasi. Hasil pemeriksaan memastikan bahwa kerangka tersebut merupakan Suwardi, yang dikenali dari barang-barang pribadi seperti pakaian, sepatu, ponsel, dan tas.

Adik korban, Sarianto (55), turut membenarkan identitas tersebut.

Tim medis menyebutkan kondisi jasad sudah tidak utuh dan berserakan. Dugaan sementara, korban meninggal dunia di dalam hutan, kemudian mengalami proses pembusukan serta kemungkinan terurai akibat aktivitas binatang liar.

Sebelumnya, Suwardi dilaporkan hilang sejak Sabtu (4/4/2026) setelah berpamitan kepada keluarga untuk menggembala di kawasan TN Baluran. Karena tak kunjung kembali, keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Banyuputih pada 5 April 2026, sembari melakukan pencarian secara mandiri bersama warga.

Baca Juga:
Tol Prosiwangi Fungsional Jadi Daya Tarik Baru, Rest Area KM 888 A Banyuglugur Dipadati Pengunjung

Setelah 12 hari pencarian, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan memutuskan untuk tidak dilakukan autopsi.

Pusdalops BPBD Situbondo mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di kawasan hutan. Selain itu, warga juga diminta selalu memberikan informasi titik koordinat secara jelas guna memudahkan proses pencarian apabila terjadi keadaan darurat.

Tag:
Situbondo, TN Baluran, penggembala hilang, pencari madu, BPBD Situbondo, peristiwa tragis