Portal DIY

Kloter 8 YIA Berangkatkan 357 Jamaah, Seluruhnya Kader Aisyiyah dan Dilepas Menteri Haji

Portal Indonesia
×

Kloter 8 YIA Berangkatkan 357 Jamaah, Seluruhnya Kader Aisyiyah dan Dilepas Menteri Haji

Sebarkan artikel ini

 

​KULONPROGO – Keberangkatan jamaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 8 melalui Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) pada 1 Mei 2026 menjadi momen yang sangat berkesan. Kloter ini disebut-sebut sebagai rombongan istimewa karena komposisi jamaahnya yang unik dan proses pelepasan yang sakral.

​Kader Aisyiyah

​Ketua Kloter 8 YIA, Samanto, menyatakan kloternya memiliki keistimewaan tersendiri. Pasalnya, 100 persen jamaah dalam rombongan ini berasal dari keluarga besar Kibu Aisyiyah.

​”Ini kloter yang luar biasa. Selain seluruhnya dari Aisyiyah, keistimewaan bertambah karena kami dilepas langsung oleh Menteri Haji dan Umroh RI, Gus Irfan,” ujar Samanto.

​Meski demikian, dari total kuota 360 kursi, sebanyak 357 jamaah yang akhirnya terbang. Dilaporkan terdapat satu jamaah gagal berangkat karena status kesehatan dinyatakan tidak istithoah, sementara dua jamaah lainnya terpaksa ditunda keberangkatannya karena memerlukan perawatan medis (treatment) khusus.

9 Hari di Madinah

​Setelah mendarat, para jamaah menetap di Madinah selama sembilan hari. Sebagian besar jamaah berhasil menunaikan ibadah Arbain (salat wajib 40 waktu tanpa putus di Masjid Nabawi).

​”Ada beberapa yang tidak bisa full karena alasan kesehatan, mendampingi jamaah yang sakit, atau karena siklus bulanan bagi jamaah perempuan,” tambahnya.

​Perjalanan Umroh Wajib

​Pada 10 Mei 2026, jamaah diberangkatkan menuju Makkah untuk melaksanakan umroh wajib. Perjalanan dimulai dengan mengambil miqat dan niat umroh di Bir Ali.

​Setibanya di Makkah, jamaah menempati Hotel Al Zaeer Al Akhyar di Jalan Ibrahim Al Khalil No. 804. Untuk menjaga kondisi fisik, jamaah disarankan beristirahat sejenak di hotel sebelum memulai rangkaian ibadah.

​Prosesi Tawaf

​Rangkaian umroh dimulai pada pukul 21.30 waktu setempat. Dengan menggunakan Bus Shalawat nomor 18, jamaah menuju Masjidil Haram sambil terus melantunkan kalimat Talbiyah.

​Prosesi ibadah dilaksanakan secara tertib.Thowaf mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 putaran dimulai dari sudut Hajar Aswad. Salat Sunah dilaksanakan di belakang Makam Ibrahim. ​Minum Zam-zam dilakukan dengan adab menghadap Ka’bah. Sa’i berjalan kaki 7 kali perjalanan antara Bukit Shafa dan Marwah. Tahallul pemotongan rambut sebagai tanda berakhirnya ihram.

Baca Juga:
Jasad Pria Ditemukan Ditemukan Tergantung di Ruko Kawasan Babarsari Sleman

​Ibadah tersebut selesai pada pukul 02.30 dini hari. Untuk memastikan keselamatan, jamaah lansia, pengguna kursi roda, dan jamaah risiko tinggi (risti) yang berjumlah sekitar 20 orang didampingi secara khusus pada malam berikutnya (*/bams)