Portal Jateng

Usung Semangat “MILITAN”, Khasanatul Mufidah Siap Nahkodai Muslimat NU Banyumas

Portal Indonesia
×

Usung Semangat “MILITAN”, Khasanatul Mufidah Siap Nahkodai Muslimat NU Banyumas

Sebarkan artikel ini
Hj. Khasanatul Mufidah,S.H (dok)

BANYUMAS – Menjelang Konferensi Cabang (Konfercab) Muslimat NU Kabupaten Banyumas yang akan digelar pada Ahad Kliwon, 7 Juni 2026, nama Hj. Khasanatul Mufidah, SH mengemuka sebagai salah satu figur yang siap mengemban amanah kepemimpinan Muslimat NU Banyumas periode 2026–2031.

Dengan pengalaman panjang dalam organisasi Nahdlatul Ulama, pengabdian sosial kemasyarakatan, serta kiprah kepemimpinan yang teruji, Hj. Khasanatul Mufidah hadir membawa semangat pembaruan tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah yang menjadi fondasi perjuangan Muslimat NU.

Saat ini beliau dipercaya sebagai Ketua BAZNAS Kabupaten Banyumas, sekaligus aktif dalam berbagai lembaga keagamaan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Rekam jejak pengabdiannya menunjukkan konsistensi dalam membangun umat, memperkuat peran perempuan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Tantangan Muslimat NU di Masa Depan

Perubahan sosial, perkembangan teknologi, dinamika ekonomi keluarga, hingga tantangan moral generasi muda menuntut Muslimat NU untuk terus beradaptasi dan bergerak maju.

Muslimat NU tidak cukup hanya menjadi organisasi yang besar secara jumlah, tetapi juga harus menjadi organisasi yang kuat dalam kapasitas, solid dalam gerakan, dan nyata dalam kontribusi.

Karena itu dibutuhkan kepemimpinan yang mampu mengonsolidasikan potensi kader, memperkuat organisasi hingga tingkat ranting, serta menjawab kebutuhan perempuan dan keluarga Nahdliyin di era modern.

Nilai Strategis Muslimat NU

Muslimat NU memiliki posisi yang sangat strategis dalam menjaga ketahanan keluarga, membangun kualitas generasi, memperkuat ekonomi umat, serta merawat nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.

Dari tangan para ibu Muslimat lahir generasi penerus bangsa yang berakhlak, berilmu, dan berkarakter. Karena itu, kemajuan Muslimat NU bukan hanya menentukan masa depan organisasi, tetapi juga menentukan masa depan umat dan masyarakat Banyumas.

Nasib Muslimat Ditentukan Hari Ini
Konfercab bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan. Konfercab adalah momentum menentukan arah perjalanan Muslimat NU lima tahun ke depan.

Baca Juga:
Empat Kandidat Muncul di Muscab PKB Kota Cirebon

Pilihan kepemimpinan hari ini akan menentukan seberapa kuat Muslimat NU menghadapi tantangan zaman, memperluas kemanfaatan, dan menjaga keberlanjutan perjuangan para pendahulu.

Karena itu diperlukan sosok pemimpin yang memiliki visi, keberanian, pengalaman, serta kemampuan merangkul seluruh elemen organisasi.

MILITAN: Spirit Kepemimpinan untuk Muslimat NU Banyumas

M — MUDA
Muda bukan semata persoalan usia, melainkan semangat yang selalu hidup untuk belajar, bergerak, dan melayani. Pemimpin yang muda adalah pemimpin yang Mandiri dalam sikap, Unggul dalam kapasitas, Dedikatif dalam pengabdian, dan Amanah dalam menjalankan tanggung jawab.

I — INOVATIF
Inovatif berarti mampu membaca perubahan, menangkap peluang, dan menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Muslimat NU membutuhkan terobosan yang memperkuat organisasi sekaligus memberi manfaat langsung bagi anggotanya.

L — LUWES
Keluwesan adalah kemampuan beradaptasi tanpa kehilangan prinsip. Pemimpin yang luwes mampu merangkul berbagai kalangan, membangun komunikasi yang sehat, dan menghadirkan perubahan secara bijaksana.

I — INSPIRATIF
Kepemimpinan yang inspiratif tidak hanya memberi arahan, tetapi juga menjadi teladan. Mampu menggerakkan kader dengan ketulusan, membangkitkan semangat berkhidmat, dan menumbuhkan optimisme dalam setiap langkah perjuangan.

T — TERUJI
Teruji berarti telah melewati berbagai proses, tantangan, dan pengalaman yang membentuk ketangguhan, integritas, serta kebijaksanaan dalam mengambil keputusan.

A — AMANAH
Amanah adalah fondasi utama kepemimpinan. Setiap keputusan, kebijakan, dan langkah perjuangan harus dapat dipertanggungjawabkan, baik kepada organisasi, masyarakat, maupun di hadapan Allah SWT.

N — NYATA
Kepemimpinan harus menghadirkan dampak yang dapat dirasakan. Bukan sekadar janji dan wacana, tetapi kerja nyata yang memberikan manfaat bagi kader, organisasi, dan masyarakat.

Berani Adu Gagasan, Menyejukkan dalam Kebersamaan

Muslimat NU membutuhkan ruang kompetisi yang sehat, penuh persaudaraan, dan mengedepankan gagasan.

Baca Juga:
Nungky Harry Rachmat Pimpin PMI Banyumas 2026-3031

Perbedaan pilihan adalah bagian dari dinamika organisasi, namun persatuan dan ukhuwah harus tetap menjadi prioritas utama.

Dengan semangat kebersamaan, Hj. Khasanatul Mufidah mengajak seluruh kader Muslimat NU Banyumas untuk bersama-sama membangun organisasi yang lebih kuat, lebih modern, lebih profesional, dan lebih bermanfaat bagi umat.

“Mari kita jadikan Konfercab ini sebagai momentum kebangkitan Muslimat NU Banyumas. Bersama kita kuat, bersama kita maju, bersama kita mengabdi untuk umat dan bangsa,” ujarnya. (trs)