SIDOARJO – Dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional terus diperkuat jajaran Polresta Sidoarjo melalui berbagai kegiatan pendampingan kepada petani. Salah satunya dilakukan Polsek Tulangan dengan turun langsung memantau perkembangan tanaman jagung di wilayah Desa Kemantren, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo.
Kegiatan monitoring tersebut berlangsung pada Kamis (25/6/2026) dan dipimpin Ps. Kanit Binmas Polsek Tulangan, Aiptu P. Hendrix, bersama perangkat desa serta para petani setempat.
Lahan jagung seluas 0,75 hektare yang dikelola Kelompok Tani Desa Kemantren di bawah koordinasi H. Eli Budidoyo menjadi fokus pemantauan. Lahan tersebut dipersiapkan sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Sidoarjo.
Dari hasil pengecekan di lapangan, tanaman jagung yang saat ini berusia sekitar 50 hari menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Jika kondisi tetap stabil, tanaman diperkirakan memasuki masa panen saat berumur sekitar 75 hari.
Selain melakukan pemantauan, anggota Polsek Tulangan juga memberikan motivasi kepada para petani agar terus menjaga dan merawat tanaman hingga masa panen. Kehadiran polisi di tengah aktivitas pertanian diharapkan mampu meningkatkan semangat masyarakat dalam mengelola lahan produktif untuk mendukung kebutuhan pangan.
Kapolsek Tulangan AKP Rizki Arif Prabowo menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bentuk dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
“Kami terus mengajak masyarakat memanfaatkan lahan produktif yang dimiliki untuk mendukung ketahanan pangan. Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberikan motivasi dan pendampingan agar hasil pertanian semakin meningkat dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar AKP Rizki Arif Prabowo.
Sementara itu, H. Eli Budidoyo selaku pengelola lahan sekaligus perwakilan kelompok tani Desa Kemantren mengapresiasi perhatian dan dukungan yang diberikan Polsek Tulangan kepada para petani.
Menurutnya, pendampingan yang dilakukan aparat kepolisian menjadi penyemangat bagi petani untuk terus mengembangkan budidaya jagung di wilayahnya.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan dari Polri. Kehadiran anggota kepolisian memberikan motivasi bagi petani untuk lebih giat mengelola lahan. Kami berharap hasil panen nanti dapat maksimal dan menjadi contoh bagi masyarakat lain agar memanfaatkan lahan yang ada secara produktif,” katanya.
Sinergi antara Polri, pemerintah desa, dan kelompok tani ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjadi langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan nasional.











