Portal Jateng

Tinggal 30 Persen, Pengrajin Bambu Kemutug Kidul Bertahan Menjaga Warisan Leluhur

Portal Indonesia
×

Tinggal 30 Persen, Pengrajin Bambu Kemutug Kidul Bertahan Menjaga Warisan Leluhur

Sebarkan artikel ini
Gazebo dari bambu, salah satu hasil kerajinan bambu Kemutug Kidul (Portal Indonesia/Tris'n)

BANYUMAS – Desa Kemutug Kidul, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, sejak lama dikenal sebagai salah satu sentra kerajinan bambu wulung yang memiliki reputasi kuat di wilayah Banyumas.

Di desa yang berada di lereng selatan Gunung Slamet ini, keterampilan mengolah bambu tidak sekadar menjadi sumber penghidupan masyarakat, tetapi juga telah menjelma menjadi warisan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Jejak kerajinan bambu di Kemutug Kidul telah berlangsung selama puluhan tahun. Berdasarkan penuturan masyarakat setempat, sentra anyaman bambu telah berkembang sejak era 1980-an.

Bahkan, sejumlah perajin diyakini telah merintis usaha kerajinan bambu sejak dekade 1960-an. Tradisi tersebut terus hidup hingga kini dan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas desa.

Beragam produk lahir dari tangan-tangan terampil para perajin, mulai dari furnitur rumah tangga seperti meja tamu dan kursi santai, gazebo, partisi ruangan, hingga perlengkapan makan dan minum berbahan bambu.

Kualitas produk yang dihasilkan membuat kerajinan bambu Kemutug Kidul tidak hanya diminati pasar lokal, tetapi juga telah menjangkau berbagai daerah di Jawa Tengah, termasuk Tasikmalaya, bahkan hingga luar Pulau Jawa.

Salah satu generasi muda yang masih konsisten menekuni profesi tersebut adalah Solih Arifin (27), warga RT 08 RW 01 Desa Kemutug Kidul. Sejak tahun 2012, ia menggeluti usaha kerajinan bambu dengan memproduksi berbagai jenis pesanan, mulai dari perabot rumah tangga hingga furnitur untuk kebutuhan komersial.

Menurut Solih, proses pembuatan kerajinan bambu membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan keterampilan yang tidak dapat dipelajari dalam waktu singkat.

Dari seluruh tahapan produksi, pekerjaan anyaman menjadi bagian yang paling sulit karena memerlukan tingkat ketepatan dan keahlian tinggi. Bahan baku yang digunakan berasal dari sejumlah wilayah, salah satunya Kecamatan Cilongok, dengan jenis bambu unggulan berupa bambu wulung dan bambu petung.

Baca Juga:
Dwi Erlina Resmi Jabat Kadus I Karanggitung, Aspem Kesra: Jabatan Adalah Amanah untuk Melayani
Kepala Desa Kemutug Kidul, Kardi Daryanto, SH (Portal Indonesia/Tris’n)

Berbagai pesanan furnitur untuk kafe, restoran, hingga proyek dekorasi dalam skala besar telah berhasil dikerjakan, membuktikan bahwa produk bambu lokal memiliki daya saing dan nilai ekonomi yang tinggi.

Namun di balik potensi tersebut, para perajin kini menghadapi tantangan yang cukup berat. Menurunnya permintaan pasar dalam beberapa tahun terakhir berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha kerajinan bambu.

Kondisi ini menyebabkan sebagian perajin memilih beralih profesi karena pendapatan yang diperoleh dinilai tidak lagi sebanding dengan waktu dan tenaga yang dicurahkan.

Kepala Desa Kemutug Kidul, Kardi Daryanto, SH, mengungkapkan bahwa jumlah pengrajin bambu yang masih aktif saat ini hanya tersisa sekitar 30 persen dibandingkan masa kejayaannya dahulu.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius mengingat kerajinan bambu merupakan salah satu potensi unggulan desa yang memiliki nilai ekonomi sekaligus nilai budaya yang tinggi.

“Kerajinan bambu merupakan warisan yang harus terus dijaga. Saat ini jumlah perajin yang masih eksis tinggal sekitar 30 persen. Kami berharap ada dukungan dari berbagai pihak untuk membantu promosi, pemasaran, dan pengembangan produk agar generasi muda kembali tertarik melanjutkan usaha ini,” ujarnya kepada Portal Indonesia

Di tengah arus modernisasi dan perubahan pola konsumsi masyarakat, para perajin yang masih bertahan terus berupaya menjaga eksistensi kerajinan bambu Kemutug Kidul.

Melalui inovasi desain, peningkatan kualitas produk, dan perluasan pasar, mereka berharap warisan leluhur tersebut tidak hanya tetap lestari, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan.

Dengan sejarah panjang, keterampilan yang diwariskan turun-temurun, serta potensi pasar yang masih terbuka luas, Kemutug Kidul menyimpan harapan besar untuk kembali mengangkat kejayaan kerajinan bambu wulung sebagai salah satu ikon kebanggaan Kabupaten Banyumas. (trs)

Baca Juga:
Bupati Sadewo Lepas 354 Calon Jemaah Haji Kloter 74 Banyumas ke Donohudan