Portal Jatim

Tokoh Perempuan Kota Malang Soroti Maraknya Konten LGBT di Media Sosial, Desak Pemerintah Perketat Pengawasan

Redaksi
×

Tokoh Perempuan Kota Malang Soroti Maraknya Konten LGBT di Media Sosial, Desak Pemerintah Perketat Pengawasan

Sebarkan artikel ini

KOTA MALANG – Maraknya konten bertema LGBT di berbagai platform media sosial dan tayangan hiburan menjadi perhatian sejumlah kalangan. Salah satunya datang dari tokoh perempuan Kota Malang, Laily Fitriyah Liza Min Nelly, yang menyampaikan pandangannya serta meminta pemerintah memperketat pengawasan terhadap konten yang dinilai berpotensi memengaruhi generasi muda, Sabtu (11/7/2026).

Di sela kegiatannya, Nelly mengaku prihatin dengan semakin banyaknya konten di media sosial maupun film yang menurutnya memuat unsur LGBT. Ia menilai tayangan tersebut dapat memberikan pengaruh terhadap gaya hidup dan perilaku sebagian anak muda.

“Banyaknya konten di berbagai platform media sosial maupun film-film yang di dalamnya mempertontonkan adegan yang mengandung unsur LGBT sangat memengaruhi gaya hidup serta perilaku anak zaman sekarang,” ujarnya.

Menurut Nelly, pemerintah perlu memperkuat pengawasan terhadap dunia hiburan dan media sosial agar konten yang dinilai tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dianut masyarakat dapat diminimalkan.

“Seharusnya pemerintah mampu menjadi tameng pertama bagaimana cara membentengi generasi penerus bangsa ini dari bahaya dan efek dari tayangan yang mengandung LGBT,” katanya.

Ia juga menyatakan dukungannya terhadap sikap Pemerintah Kota Malang yang sebelumnya disampaikan oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, terkait upaya penanganan isu LGBT di wilayahnya.

“Sikap yang ditunjukkan oleh Wali Kota Malang ini seharusnya juga disuarakan oleh seluruh pejabat tinggi di Indonesia, sehingga dapat mempersempit ruang berkembangnya kaum LGBT di negara yang kita cintai ini,” tegasnya.

Selain menyampaikan kritik, Nelly turut menawarkan sejumlah langkah yang menurutnya dapat dilakukan pemerintah dan para pemangku kepentingan. Ia mendorong penegakan regulasi secara konsisten, pengawasan terhadap konten di media sosial maupun film, serta penguatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat dan lingkungan pendidikan.

“Pemerintah harus tegas menjalankan regulasi dan berani menurunkan tayangan yang mengandung LGBT di media sosial ataupun film. Selain itu, edukasi dan sosialisasi secara berkesinambungan kepada masyarakat dan dunia pendidikan juga perlu diperkuat,” pungkasnya.

Baca Juga:
Sambut HUT ke-81 RI, Polresta Malang Kota dan Warga Bersama Percantik Lingkungan Permukiman