Portal Jatim

Abah Kodir Soroti Menu MBG, Minta SPPG Kota Pasuruan Sesuaikan Porsi, Harga, dan Selera Anak

Redaksi
×

Abah Kodir Soroti Menu MBG, Minta SPPG Kota Pasuruan Sesuaikan Porsi, Harga, dan Selera Anak

Sebarkan artikel ini

PASURUAN – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Pasuruan mendapat perhatian dari tokoh masyarakat Pantura, H. Abd. Kodir atau yang akrab disapa Abah Kodir. Ia meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Pasuruan terus melakukan evaluasi terhadap menu yang disajikan kepada para pelajar.

Menurut Abah Kodir, penyempurnaan menu MBG perlu dilakukan agar program pemerintah tersebut benar-benar memberikan manfaat optimal. Selain memenuhi standar gizi, makanan yang disajikan juga harus sesuai dengan selera dan cita rasa anak-anak di setiap jenjang pendidikan.

Ia menilai keseimbangan antara kebutuhan gizi, seperti karbohidrat, protein, sayuran, dan buah, perlu dipadukan dengan variasi menu yang disukai anak. Langkah itu dinilai penting agar makanan habis dikonsumsi dan tidak berakhir menjadi limbah.

“Saya sering mendengar keluhan dari masyarakat terkait menu MBG. Ada makanan yang tidak dimakan, bahkan dibuang. Mungkin karena anak-anak kurang suka atau ada yang memiliki alergi terhadap menu tertentu. Ini tentu sangat disayangkan,” ujar Abah Kodir kepada awak media, Rabu (22/7).

Selain menu, Abah Kodir juga menyoroti adanya perbedaan porsi makanan yang diterima siswa di sejumlah sekolah. Menurutnya, kualitas dan kuantitas menu seharusnya mengacu pada standar yang sama sesuai harga yang telah ditetapkan.

“Saya berharap dapur-dapur MBG, khususnya di Kota Pasuruan, benar-benar memperhatikan menu dan hak masyarakat. Jangan sampai di satu sekolah menunya biasa saja, sementara di sekolah lain lebih baik. Hal seperti ini harus disesuaikan dengan harga acuannya,” tegas mantan aktivis dan pegiat sosial senior tersebut.

Abah Kodir juga meminta SPPG memperketat pengawasan terhadap kualitas makanan. Ia menilai proses pengolahan, distribusi, ketepatan waktu pengiriman, hingga kebersihan dapur umum harus diawasi secara konsisten agar makanan yang diterima siswa tetap higienis dan layak konsumsi.

“Intinya saya meminta semua pihak menjalankan tugasnya masing-masing. Wali Kota bekerja sesuai kewenangannya, DPR menjalankan fungsi pengawasannya, begitu juga aparat penegak hukum. Jangan sampai hukum tajam ke bawah, tetapi tumpul ke atas,” pungkasnya.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, mulai dari persoalan ekonomi, kesejahteraan, penegakan hukum hingga sosial budaya, Abah Kodir mengungkapkan rencananya menggelar kegiatan istighosah dalam waktu dekat sebagai ikhtiar bersama memohon keselamatan dan kebaikan bagi masyarakat.

Baca Juga:
Soroti Program MBG dan KDMP, Pemuda Paiton Desak Transparansi Anggaran dan Pengawasan Ketat