PASURUAN — Impian warga Kelurahan Bukir, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, untuk memiliki lapangan sepak bola sendiri perlahan menemui titik terang.
Keinginan yang selama bertahun-tahun belum terwujud itu kini mendapat lampu hijau dari Pemerintah Kota Pasuruan. Respons tersebut langsung disambut antusias warga yang berharap fasilitas olahraga tersebut segera terealisasi.
Bagi warga Bukir, kehadiran lapangan bukan sekadar tambahan fasilitas publik. Sarana itu dinilai menjadi ruang bersama yang dapat dimanfaatkan untuk olahraga, kegiatan pemuda hingga mempererat kebersamaan masyarakat.
Antusiasme bahkan sudah terlihat sebelum pembangunan dimulai. Warga secara swadaya menggelar kerja bakti dengan membersihkan rumput liar serta meratakan bagian tanah yang bergelombang di lokasi yang direncanakan menjadi lapangan.
Ketua RW 05 Kelurahan Bukir, Muhammad Soleh, mengatakan warga sangat gembira setelah mengetahui keinginan mereka mendapat persetujuan dari Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo.
“Saya sebagai RW termasuk warga semua sangat senang dan bangga, karena sudah direstui oleh Pak Wali adanya lapangan di sini. Saking antusiasnya, warga sudah melakukan kerja bakti. Bahkan kemarin ada SSB sudah mulai latihan, tentu kami merasa bangga,” ujar Soleh, Selasa (18/8/2026) siang.
Menurutnya, kebutuhan terhadap lapangan sepak bola memang sudah lama dirasakan masyarakat. Selama ini, warga Bukir yang ingin berlatih sepak bola harus menggunakan lapangan di wilayah kelurahan lain.
“Selama ini kita warga Bukir kalau latihan itu kadang ke lapangan Sebani (tetangga kelurahan), terkadang lapangan Wijaya, padahal setiap turnamen kita itu sering menang,” tuturnya.
Karena itu, kabar mengenai rencana penyediaan lapangan di wilayah sendiri mendapat sambutan positif. Warga pun memilih tidak hanya menunggu, tetapi ikut bergerak membersihkan area yang akan digunakan.
Salah seorang warga, Wiryo, mengatakan kerja bakti tersebut merupakan bentuk dukungan masyarakat terhadap rencana pembangunan lapangan.
Ia berharap fasilitas itu dapat menjadi warisan yang bermanfaat bagi generasi berikutnya.
“Kita sebagai warga kepingin meninggalkan sesuatu buat anak cucu mendatang. Bahkan dengan kondisi lapangan lima puluh persen (50%) inipun, kalau misalkan akan segera diuruk sama Disparpora, tidak sedikitpun kami merasa rugi. Namun Alhamdulillah, dan yang pasti kita merasa bersyukur karena keinginan kami dari dulu di sini dibuat lapangan,” ungkap Wiryo.
Bagi sebagian warga, rencana hadirnya lapangan tersebut terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Warga menyebut fasilitas itu sebagai hadiah bagi masyarakat Bukir setelah penantian panjang untuk memiliki lapangan sepak bola sendiri.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Pasuruan, serta anggota DPRD yang turut menyuarakan aspirasi masyarakat.
“Kami sebagai warga sangat sangat berterima kasih khususnya kepada Pak Walikota, Disparpora termasuk melalui perwakilan kami Pak Haji Aris karena sudah mewujudkan keinginan kami dari dulu yaitu terkait lapangan sepak bola di Bukir,” kata Wiryo.
Warga lainnya bahkan menyebut rencana tersebut sebagai hadiah ulang tahun kemerdekaan.
“Bagi kami, ini (lapangan baru) adalah hadiah ulang tahun di momen HUT Kemerdekaan RI khususnya dari pihak pemerintah kepada warga Bukir. Sekali lagi terima kasih buat Pak Walikota Adi Wibowo dan jajarannya,” ujarnya.
Warga berharap lapangan tersebut nantinya tidak hanya digunakan untuk pertandingan sepak bola.
Keberadaan ruang terbuka itu dinilai dapat menjadi pusat berbagai kegiatan masyarakat. Selain sepak bola, lapangan dapat dimanfaatkan untuk olahraga lain seperti bola voli dan senam bersama.
Fasilitas tersebut juga diharapkan menjadi ruang interaksi sosial bagi warga dari berbagai kelompok usia. Kegiatan bersama dapat memperkuat silaturahmi sekaligus mempertahankan budaya gotong royong.
Bagi kalangan pemuda, lapangan juga diharapkan menjadi tempat menyalurkan energi dan kreativitas melalui kegiatan positif. Dengan demikian, generasi muda memiliki lebih banyak pilihan aktivitas yang produktif.
Tidak kalah penting, aktivitas di sekitar lapangan berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM dan pedagang kecil ketika lokasi tersebut digunakan untuk pertandingan, perlombaan maupun kegiatan masyarakat.
Warga juga berharap keberadaan fasilitas olahraga dapat ikut mendorong lahirnya bibit-bibit atlet sepak bola dari Kelurahan Bukir.
Selain prestasi, mereka menilai aktivitas olahraga dapat menjadi salah satu upaya menciptakan lingkungan yang lebih positif bagi anak-anak dan remaja agar terhindar dari berbagai perilaku berisiko, termasuk minuman keras dan narkoba.
Anggota DPRD Kota Pasuruan dari daerah pemilihan Gadingrejo, H. Aris Ubaidillah, mengakui bahwa kebutuhan lapangan sepak bola di Bukir bukan persoalan baru.
Menurut politikus Fraksi PPP yang akrab disapa Kaji Aris tersebut, masyarakat setempat telah lama menginginkan fasilitas olahraga sendiri. Bahkan, keinginan itu belum terealisasi meskipun telah terjadi beberapa kali pergantian kepala daerah.
“Memang dari dulu bahkan sudah berganti ganti Walikota, keinginan warga ingin punya lapangan sendiri itu tidak pernah terwujud. Dan Alhamdulillah setelah kita komunikasi dengan Walikota dan dinas terkait, akhirnya keinginan warga soal lapangan sepak bola direstui dan mendapatkan lampu hijau,” ungkap Kaji Aris.
Ia menilai komunikasi antara masyarakat, DPRD dan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting sehingga aspirasi tersebut mulai mendapatkan respons.
Antusiasme masyarakat, lanjutnya, terlihat dari keterlibatan warga dalam membersihkan lokasi yang berada di sebelah selatan Taman Wisata Kampung Mebel, Kelurahan Bukir.
“Saking antusiasnya warga, sampai sampai mereka gotong royong dan secara swadaya mulai dari memotong rumput liar, pemerataan tanah dan lainnya sembari menunggu upaya lebih lanjut dari pemerintah terutama dalam pembangunan kedepan,” pungkasnya.
Meski demikian, hingga berita ini ditayangkan, belum terdapat penjelasan resmi dari Pemerintah Kota Pasuruan mengenai detail pengadaan maupun tahapan pembangunan lapangan sepak bola yang diharapkan warga Bukir tersebut.











