Berita

Ekonomi Sulbar Tumbuh 5,20 Persen, BI Soroti Perlambatan Pertanian, Perikanan dan Perdagangan

Redaksi
×

Ekonomi Sulbar Tumbuh 5,20 Persen, BI Soroti Perlambatan Pertanian, Perikanan dan Perdagangan

Sebarkan artikel ini

MAMUJU – Perekonomian Sulawesi Barat (Sulbar) masih menunjukkan pertumbuhan positif pada triwulan II 2026. Berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI), ekonomi Sulbar tumbuh 5,20 persen, meski mengalami perlambatan dibandingkan triwulan sebelumnya.

Perlambatan tersebut terjadi pada sejumlah lapangan usaha utama, terutama pertanian, industri pengolahan dan perdagangan.

Hal itu disampaikan Plt Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Barat, Sofyan Rendy Ardiansyah, dalam kegiatan Sipakada Media yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Sulbar di Matos Mamuju, Kamis (24/9/2026).

Sofyan menjelaskan, pola pertumbuhan ekonomi Sulbar pada triwulan II 2026 memiliki kemiripan dengan kondisi ekonomi nasional. Setelah mengalami penguatan pada triwulan I, pertumbuhan ekonomi kemudian melambat pada triwulan berikutnya.

Menurutnya, salah satu faktor yang mendorong aktivitas ekonomi pada triwulan I adalah momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Idulfitri.

“Pertumbuhan ekonomi di Sulbar mirip dengan nasional. Ketika masuk TW II terjadi penurunan, karena di TW I adanya Hari Besar Keagamaan Nasional seperti Idulfitri, maka meningkatkan ekonomi masyarakat. Namun, ketika begitu selesai maka terjadi penurunan,” ujar Sofyan.

Pertumbuhan Sulbar Masih di Atas Nasional

Meski mengalami perlambatan, pertumbuhan ekonomi Sulbar pada triwulan II 2026 masih tercatat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Sulbar tumbuh sebesar 5,20 persen, sedangkan pertumbuhan ekonomi nasional berada di angka 4,29 persen.

“Kalau kita lihat TW II tahun 2026 itu tumbuh 5,20 persen, nasional 4,29 persen,” kata Sofyan.

Namun, capaian tersebut tetap menjadi perhatian BI Sulbar karena perlambatan terjadi pada sejumlah sektor yang memiliki peran penting terhadap perekonomian daerah.

“Kalau kita lihat di sisi lapangan usaha, perlambatan itu ada tiga sektor, pertanian, pengolahan dan perdagangan,” jelasnya.

Baca Juga:
Mobil Pick Up Diduga Tabrak Pensiunan Polri hingga Tewas, Pelaku Kabur

Pertanian dan Perikanan Ikut Melambat

Sektor pertanian menjadi salah satu perhatian karena memiliki keterkaitan erat dengan komoditas unggulan Sulawesi Barat. Sofyan menyebut produksi kelapa sawit menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi kondisi sektor tersebut.

“Untuk pertanian, perikanan mengalami perlambatan karena adanya produksi kelapa sawit dan ini kontribusi utama kita,” ujarnya.

Selain pertanian, sektor perikanan juga mengalami perlambatan. Sofyan menyampaikan adanya faktor aktivitas masyarakat yang turut memengaruhi kegiatan melaut nelayan.

Menurutnya, momentum pertandingan sepak bola Piala Dunia menjadi salah satu faktor yang ditemukan dalam aktivitas masyarakat pesisir.

“Kedua sektor perikanan terjadi perlambatan. Usut punya usut ternyata nelayan kita lebih memilih untuk tidak melaut saat melihat tim kesayangannya main di Piala Dunia,” ucapnya.

Tantangan Menjaga Pertumbuhan Ekonomi

Paparan BI Sulbar menunjukkan bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat pada triwulan II 2026 masih berada di atas pertumbuhan nasional, sejumlah sektor utama tetap menghadapi tantangan.

Ketergantungan terhadap sektor primer, khususnya pertanian dan komoditas unggulan, serta perubahan aktivitas masyarakat menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Sulbar pada triwulan berikutnya, terutama dengan mendorong kinerja sektor-sektor yang mengalami perlambatan.