Portal DIY

DPUPKP Sleman Optimalkan Pantauan Drainase Untuk Minimalisir Risiko Bencana

Portal Indonesia
×

DPUPKP Sleman Optimalkan Pantauan Drainase Untuk Minimalisir Risiko Bencana

Sebarkan artikel ini
Kabid Cipta Karya DPUPKP Sleman, Rahmadi

SLEMAN – Menghadapi pergantian musim, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengintensifkan pemantauan, perbaikan infrastruktur drainase dan fasilitas umum. Tujuanya untuk meminimalisirrisiko bencana hidrometeorologi serta dampak kerusakan permukiman warga.

“Masa transisi cuaca ini membawa sejumlah potensi ancaman serius bagi wilayah Sleman, seperti angin kencang, puting beliung, hujan lebat disertai petir, hingga terjadinya genangan, sehingga perlu diantisipasi,” kata Kepala Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Rahmadi, Kamis (5/11/2026).

Selain itu, tambahnya, potensi tanah longsor serta lonjakan debit sungai yang berhulu di kawasan Gunung Merapi juga menjadi fokus kewaspadaan utama, khususnya bagi warga di kawasan rawan bencana, pekerja lapangan, serta kelompok rentan, seperti lansia dan anak-anak.

Kemudian, ​di bidang fisik dan fasilitas warga, Rahmadi memaparkan sejumlah dampak cuaca ekstrem yang sering timbul di kawasan permukiman.

Dampak tersebut meliputi timbulnya genangan air akibat drainase yang tersumbat sampah dan sedimentasi, kerusakan talut penahan tanah, serta kerusakan struktur atap dan plafon gedung akibat angin kencang maupun tertimpa pohon tumbang.

Selai itu, ancaman banjir dan longsor juga berisiko merusak jaringan perpipaan air minum, memperkeruh sumber air baku, hingga mengganggu fungsi pompa instalasi pengolahan air.

“Untuk mengantisipasi dampak tersebut, DPUPKP Sleman menetapkan beberapa langkah prioritas penanganan, mulai dari inventarisasi drainase primer yang rawan meluap, pembersihan saluran dan bangunan pelengkap secara rutin, pemeriksaan fisik dinding penahan tanah, hingga pengecekan kondisi atap serta jaringan listrik pada bangunan gedung pemerintah,” katanya.

​Sedang pelaksanaanya, tim Cipta Karya membagi wilayah kerja menjadi dua zonasi operasi, yaitu kawasan Sleman Timur dan Sleman Barat. Hal ini
karena adanya keterbatasan jumlah personel, peralatan, serta anggaran. Sehingga pengerjaanya dijalankan berdasarkan skala prioritas.

Baca Juga:
Kerja Bakti Bersihkan Saluran di Ngemplakrejo, M. Machfud: Kebersihan Lingkungan Tanggung Jawab Bersama

​Sedang untuk penanganan tanggap darurat, DPUPKP Sleman memperkuat sinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman. (Brd)