Portal DIY

BPBD Sleman Imbau Warga Tingkatkan Kesiapsiagaan, Musim Hujan Diprediksi Mulai Akhir November

Portal Indonesia
×

BPBD Sleman Imbau Warga Tingkatkan Kesiapsiagaan, Musim Hujan Diprediksi Mulai Akhir November

Sebarkan artikel ini
Foto; Kepala Pelaksana BPBD Sleman Bambang Kuntoro (Portal Indonesia/Brd)

SLEMAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seiring dengan perkiraan datangnya musim hujan pada akhir November 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan berdasarkan prakiraan Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Sleman saat ini masih berada dalam periode peralihan musim atau pancaroba. Musim hujan diperkirakan mulai berlangsung pada dasarian ketiga November 2026, dengan puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Februari 2027.

Menurut Bambang, fenomena El Nino turut memengaruhi mundurnya awal musim hujan serta memperpendek durasinya. Kondisi El Nino diprakirakan mulai melemah menuju kategori moderat pada Januari hingga Februari 2027. Sementara itu, musim hujan diperkirakan mulai berangsur berakhir pada dasarian ketiga April 2027.

” Dampak fenomena El Nino membuat awal musim hujan mundur dan durasinya menjadi lebih pendek. El Nino masih menguat dan diprakirakan meluruh menuju moderat pada Januari–Februari, sehingga puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Februari dan mulai mereda pada dasarian ketiga April,” kata Bambang.

Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan bencana, BPBD Sleman meminta masyarakat melakukan sejumlah langkah kesiapsiagaan, dimulai dari lingkungan keluarga. Salah satunya dengan menyiapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, obat-obatan, senter, serta persediaan makanan dan minuman untuk kondisi darurat.
Masyarakat juga diminta rutin memantau perkembangan cuaca melalui aplikasi dan kanal informasi resmi BMKG. Dengan demikian, warga dapat lebih dini mengantisipasi perubahan cuaca, terutama ketika melakukan aktivitas di luar rumah.

Penguatan koordinasi antarwarga juga menjadi perhatian. BPBD mendorong optimalisasi grup komunikasi di tingkat RT dan RW, seperti WhatsApp, untuk mempercepat penyebaran informasi mengenai perkembangan cuaca maupun kondisi wilayah yang berpotensi terdampak bencana.
Kesiapsiagaan keluarga perlu diperkuat melalui edukasi dan simulasi evakuasi mandiri. Setiap keluarga diharapkan memiliki kesepakatan mengenai pembagian tugas saat terjadi keadaan darurat, jalur evakuasi, lokasi berkumpul, serta langkah penanganan bagi kelompok rentan, seperti lanjut usia, anak-anak, dan penyandang disabilitas.

Baca Juga:
Simak Potensi Hujan di Yogyakarta Tiga Hari ke Depan

Selain itu, BPBD Sleman mendorong pengaktifan sistem peringatan dini berbasis kearifan lokal. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan menghidupkan kembali pos keamanan lingkungan (poskamling), memanfaatkan pengeras suara di masjid maupun musala, serta menggunakan kentongan sebagai tanda peringatan ketika terjadi keadaan darurat.

Upaya pencegahan juga perlu dilakukan melalui kerja bakti membersihkan saluran drainase, memperbaiki tanggul yang mengalami kerusakan, serta memangkas dahan dan ranting pohon yang berpotensi membahayakan lingkungan.

Khusus untuk pohon yang berisiko tumbang atau berpotensi mengenai jaringan listrik, masyarakat diminta tidak melakukan penanganan sendiri apabila kondisinya membahayakan. Warga dapat melaporkan kejadian tersebut kepada BPBD Sleman untuk ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan PT PLN. Layanan penanganan kebencanaan BPBD juga disiagakan selama 24 jam.

Bambang menambahkan, kecepatan pelaporan menjadi faktor penting dalam penanganan keadaan darurat. Masyarakat diharapkan segera menyampaikan laporan melalui pengurus RT/RW, lurah, maupun posko kebencanaan BPBD Sleman yang beroperasi selama 24 jam.

“Kesiapsiagaan harus dimulai dari unit terkecil, yaitu diri sendiri dan keluarga. Mari tingkatkan sikap tanggap, tangkas, dan tangguh agar kita dapat melewati musim hujan ini dengan aman dan minim risiko,” pungkasnya. (Brd)